Buka Liga Santri, Walikota Harap Ada Bibit Atlet dari Pesantren

MADIUN – Rangkaian peringatan Hari Santri di Kota Madiun dimulai. Hal ini ditandai dengan dibukanya kompetisi sepakbola Liga Santri, Selasa (15/10). Kegiatan yang berlangsung di lapangan sepakbola Stadion Wilis itu dibuka oleh Walikota Madiun Maidi.

Dalam kegiatan tersebut, Walikota berkesempatan menembakkan bola pertama pada kompetisi yang dibuka dengan pertandingan kontingen Kota Madiun dan Kediri ini. Walikota berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan semangat para santri. Serta, meningkatkan kekompakan.

Liga Santri merupakan kompetisi antarpesantren yang baru pertama terlaksana di Kota Madiun. Kegiatan inipun diikuti oleh para santri di wilayah Mataraman. Mereka memperebutkan Piala Walikota 2019.

“Yang pertama ini semoga sukses dan ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi dengan kompetisi yang lebih besar lagi,” ujar Walikota.

Walikota pun berharap, kegiatan ini dapat menjadi ajang menumbuhkan bibit-bibit atlet. Khususnya dari wilayah pesantren. Sehingga, menjadi atlet profesional baik di tingkat regional maupun nasional yang membanggakan.

Baca juga:   Madiun Semakin Mantap Jadi Pusat Pengembangan Kereta Api

Harapan serupa juga diungkapkan oleh Ketua PCNU Kota Madiun KH Agus Mushoffa Izzuddin. Pria yang akrab disapa Gus Shoffa ini juga berharap para santri dapat bertanding secara sportif.

“Menang atau kalah itu biasa. Ajang ini lebih untuk melatih keterampilan para santri. Khususnya di bidang olahraga sepakbola,” imbuhnya.

Pembukaan liga santri juga dihadiri oleh pengurus PBNU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tremas Pacitan Gus Lukman, Wakil Walikota Madiun Indah Raya Ayu Miko Saputri, Ketua DPRD Kota Madiun, beberapa pimpinan OPD, forkopimda, dan jajaran pengurus PCNU Kota Madiun.

Harapannya, kegiatan ini juga dapat meningkatkan silaturahmi para pengurus NU. Khususnya, di wilayah Mataraman. Serta, meramaikan peringatan Hari Santri 2019. (Dhevit/irs/diskominfo)