Gelar FKH di Taman Hutan Kota, Walikota Promosikan Taman Jadi Sentra Bonsai

MADIUN – Forum Koordinasi Kehumasan (FKH) dan Jumpa Pers Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Madiun terasa beda, Jumat (18/10). Kegiatan kali ini sengaja bernuansa alam memanfaatkan Taman Hutan Kota Madiun sebagai lokasi acara. Tak heran, kegiatan berlangsung menarik.

Walikota Maidi menyebut kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus lebih banyak di ruang terbuka ke depan. Selain memberikan nuansa berbeda, pemanfaatan ruang terbuka juga sekaligus ajang promosi. Maklum, Kota Madiun sejatinya memiliki banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun, belum termanfaatkan secara maksimal.

‘’Keberadaan taman bukan sekedar untuk keindahan. Tetapi harus termanfaatkan. Terutama kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat,’’ kata walikota.

Seperti Taman Hutan Kota yang cocok untuk kegiatan olahraga. Kegiatan memang diawali dengan senam dan zumba bersama. Selain tempat yang cukup luas, taman memiliki kolam dan pepohonan yang mendukung untuk kegiatan olahraga. Ke depan, walikota berharap ada banyak kegiatan serupa. Bahkan, walikota berencana menjadikan Taman Hutan Kota sebagai sentra bonsai.

‘’Setiap taman harus optimal. Taman Lalu Lintas sudah ada Sunday market, Taman Gulun juga ada kuliner dan mainan serta olahraga. Nah, Taman Hutan ini akan kita coba jadi sentra bonsai. Orang tidak perlu jauh-jauh kalau mau cari bonsai,’’ ujarnya.

Baca juga:   Hadiri Sidang Majelis Agung GKJW Se-Jatim, Walikota Titip Pesan Jaga Kerukunan

Apalagi, lanjut walikota, potensi bonsai luar biasa di Kota Madiun. Salah satunya, ada di Kelurahan Madiun Lor. Ada komunitas bonsai di sana. Bahkan, banyak bonsai yang sudah turut diberbagai pameran. Namun, lokasinya agak sulit diakses. Sebaliknya, Taman Hutan Kota cukup luas dan berada di jalan provinsi. Artinya, mudah diakses.

‘’Nanti akan diawali dengan pameran dalam bulan-bulan ini. Nanti kebutuhan mereka seperti apa akan kita cukupi. Apakah tempat nongkrong dan tempat untuk latihan. Harus ada fungsi edukasinya,’’ imbuhnya.

Berbagai kegiatan tersaji di dalamnya. Selain senam, pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil juga mengemuka. Dinas terkait sengaja menyediakan mobil layanan di lokasi. Semua layanan kependudukan dapat dilayani. Tak heran, kegiatan semakin menarik dan lengkap.

‘’Kegiatan jangan hanya formalitas. Tetapi harus memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)