SDN Guntur Sediakan Teras Baca Bagi Orang Tua Agar Menunggu Anak Jadi Lebih Bermanfaat

MADIUN- Pemandangan berbeda terlihat di pelataran SDN 01 Kartoharjo. Saat waktu menjelang jam pulang sekolah, belasan orang tua siswa yang kebanyakan ibu-ibu itu menundukkan pandangan. Bukan fokus pada layar telepon genggam, namun mereka terlihat khidmat membaca buku bacaan yang tersedia di depan setiap kelas yang ada. 

Momen seperti itu sudah menjadi pemandangan langganan yang dapat dilihat di salah satu sekolah dasar yang berada di Jalan Jawa Kota Madiun. Hal itu diamini oleh Kepala Sekolah SD yang dikenal dengan sebutan Guntur. Sriyatun mengatakan, teras baca sengaja dirancang agar orang tua memiliki kegiatan positif saat menjemput anak-anaknya dan menunggui anak mereka selesai di kelas.

“Dasarnya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Hadirnya teras baca bagi orang tua ini sengaja biar saat menunggu anak, ada kegiatan positif yang dilakukan orang tua,” ujarnya.

Sekitar 150 an jenis buku dipajang di dalam rak kayu yang terpasang di depan kelas. Mulai dari buku pengetahuan, umum, bahkan buku resep-resep makanan. Sriyatun mengatakan, teras baca sebagai media orang tua untuk memiliki pengetahuan yang lebih agar bisa diajarkan ke anak-anaknya di rumah.

Baca juga:   Cocok Jadi Tempat Olahraga, Komunitas BALI Rajin Sambangi Bantaran Kali

“Ibu-ibu saat menjemput ada manfaat dan gunanya tidak hanya main hp. Kami usahakan agar kedepan,  tiap bulan ada tambahan buku,” ungkapnya.

Keberadaan teras baca mendapat respon yang postitif dari para wali murid, salah satunya berasal dari Herlina orang tua dari salah seorang siswa, dirinya mengatakan adanya teras baca sangat membantunya untuk mengisi waktu luang sembari menunggu anaknya pulang.

“Saya suka baca jadinya senang. Selain itu disini juga disiapkan teka-teki silang yang bisa diisi dan tiap bulannya diundi,” jelasnya.

Hal itu, lanjutnya, bisa jadi hiburan sembari menunggu.  Herlina mengatakan, dengan adanya teras baca intensitasnya bermain telepon genggam lebih sedikit saat menunggu anak pulang sekolah dan lebih banyak percakapan yang terjalin antara dirinya maupun orang tua lain yang menunggu.
(dhevit/kus/madiuntoday)