Lomba Dongeng Cikal Bakal Kota Pendekar Jadi Pembuka Rangkaian Grebeg Maulud 2019

Di Posting Oleh madiuntoday

6 November 2019

MADIUN- Rangkaian Grebeg Maulud 2019 di Kota Madiun telah dimulai. Hal ini ditandai dengan dimulainya lomba mendongeng bertema sejarah Kota Madiun yang diikuti puluhan siswa-siswi SD hingga SMP yang ada di kota ini. Puluhan pelajar itu sedari pagi telah siap membawakan penampilan terbaiknya di hadapan para dewan juri.

Ada yang mengenakan kebaya, ada yang menggunakan blangkon, hingga wajahnya dirias bak orangtua, lengkap dengan tongkat sebagai alat bantu jalan. Hal itu mereka lakukan untuk tampil sempurna dalam acara yang kali pertama digelar untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW.

“Dongeng yang kita lombakan itu dongeng sejarah terkait Kota Madiun, tujuannya supaya putra putri kita mengenal dengan baik seperti apa kota ini. Dengan begitu mereka punya rasa cinta kota kita,” ujar Kasi Pembinaan Sejarah, Nilai-nilai Tradisional, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Sumiati.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, peserta yang mengikuti lomba dongen itu ada sebanyak 55 orang yang berasal dari siswa SD dan 30 an siswa dari SMP. Pada tahun sebelumnya, terdapat lomba dongeng yang sama, namun pesertanya adalah pendidik bukan siswa seperti pada tahun ini.

“Ini merupakan pembuka, rangkian acara grebeg maulud lainnya masih ada. Nanti malam lomba gembrung, besok pagi Kamis (7/11), geguritan tingkat SMA dan umum,” jelasnya.

Dilanjut, tambahnya, Madiun Bersholawat di Taman Bantaran pukul 18.00. Setelah itu pada Jumat (8/11) akan dilaksanakan shalawatan bersama di Masjid Kuncen dan Masjid Taman pukul 18.00. Puncaknya akan ada kirab gunungan jaler estri yang akan dilaksanakan pada Sabtu 9 November 2019.
(ayu/kus/madiuntoday)

Artikel Terkait

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

Masuki Musim Tanam, Disperta Bagikan Pupuk Gratis ke Petani

MADIUN- Meskipun lahan produktif di Kota Madiun terus menyusut lantaran beralih fungsi, tak lantas hal tersebut membuat pemkot setempat mengesampingkan persoalan pertanian. Justru, berbagai upaya guna memaksimalkan produksi optimal di bidang agrikultur terus dikebut....

Don`t copy text!