Meriahkan Puncak HAI, Pemkot Madiun Siap Dukung Pemberantasan Buta Aksara Jatim

Di Posting Oleh madiuntoday

6 November 2019

NGAWI – Puncak Hari Aksara Internasional (HAI) ke-54 tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini digelar secara meriah di Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi, Rabu (6/11). Kota Madiun pun tak ketinggalan untuk meramaikan kegiatan tersebut.

Beragam inovasi literasi pun ditampilkan dalam stan khusus Kota Madiun. Mulai dari program perpustakaan keliling, perpustakaan digital, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), hingga produk-produk unggulan khas Kota Pendekar.

‘’Harapan kami dengan peringatan hari ini bisa bersama-sama memberikan literasi dasar bagi masyarakat,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Heri Wasana saat ditemui dalam kegiatan tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun Ahsan Sri Hasto. Menurutnya, Kota Madiun telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat sebagai daerah dengan ranking tertinggi angka buta aksara.

Artinya, angka buta aksara di Kota Madiun hampir mendekati 0. Dengan bebas buta aksara, langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan kebutuhan masyarakat. Khususnya, terkait literasi.

‘’Tentunya yang bermanfaat. Salah satunya buku. Baik yang berupa fisik maupun digital,’’ ujarnya.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, Ahsan berharap Kota Madiun benar-benar segera bebas dari buta aksara. Terutama, untuk mendukung visi misi Mada menciptakan Madiun Kota Pintar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya yang disampaikan oleh Plt Asisten 1 Pemprov Jatim Himawan Estu Subagijo menjelaskan beberapa langkah yang diambil pemerintah untuk memerangi angka buta aksara. Di antaranya, menyusun strategi percepatan pencapaian IPM, memanfaatkan TIK secara optimal, serta meningkatkan koordinasi pemerintah. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

‘’Pemberantasan buta aksara tidak lagi sekadar membuat warga yang belum melek huruf mampu membaca dan menulis. Tapi lebih diarahkan dan diintegrasikan untuk memberdayakan masyarakat menjadi lebih sejahtera,’’ paparnya.

Lebih lanjut, Gubernur juga mengimbau kepada para orang tua untuk membuat kesepakatan dengan buah hatinya terkait jam menonton televisi. Selain itu, meminta guru serta pemerintah daerah untuk meningkatkan budaya membaca, memperbanyak taman bacaan, memberikan apresiasi kelompok atau personal yang gemar membaca, serta menyediakan buku-buku bacaan yang murah dan berkualitas.

‘’Dengan dukungan seluruh pihak, diharapkan angka minat membaca di Jawa Timur semakin meningkat dan mengurangi angka buta aksara di Jawa Timur,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Informasi Harian COVID-19

Informasi Harian COVID-19

Informasi tanggal 4 April 2020 Untuk membaca informasi lebih lengkap COVID-19 di Kota Madiun, bisa...

Artikel Terkait

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

MADIUN – Kepedulian terus ditunjukkan oleh warga dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Madiun. Seperti tampak pada kegiatan RW 6 Kelurahan Tawangrejo, Minggu (5/4). Warga melaksanakan kerja bakti untuk menyemprot lingkungan sekitar dengan desinfektan. Kegiatan itupun...

Don`t copy text!