Operasi Zebra Semeru Berakhir, Polres Madiun Kota Catat 3.042 Pelanggaran

MADIUN – Operasi Zebra Semeru 2019 yang dilaksanakan oleh Polres Madiun Kota selama 14 hari telah berakhir. Dari catatan kepolisian, terdapat 2.980 tilangan dan 62 teguran yang telah dilakukan. Sehingga, total yang ditindak oleh Satlantas Polres Madiun Kota mencapai 3.042 pelanggaran.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu dalam press release yang berlangsung Rabu (6/11) menuturkan, Operasi Zebra Semeru dilaksanakan pada 23 Oktober hingga 5 November 2019. Dalam kegiatan ini, pelanggaran didominasi oleh sepeda motor. Yakni, mencapai 2.644 pelanggaran. Dengan jenis pelanggaran terbanyak adalah berkendara di bawah umur dan tidak menggunakan helm SNI.

‘’Ini jangan dijadikan kebiasaan. Kalau naik motor berboncengan dua orang, maka dua-duanya wajib mengenakan helm, termasuk anak-anak. Surat-surat juga wajib dilengkapi,’’ tuturnya dalam press release di halaman markas Satlantas Polres Madiun Kota.

Baca juga:   Perjuangan Ariqoh Wahyu Armadhani Raih Medali di OSN 2018

Lebih lanjut, Nasrun mengungkapkan, profesi pelaku pelanggaran juga didominasi oleh pelajar dan mahasiswa. Sebagian besar berusia 16-20 tahun. Meski begitu, Nasrun mengaku lega karena tidak terjadi kecelakaan lalu lintas selama operasi dilaksanakan.

Sementara itu, pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh mobil dan kendaraan khusus selama Operasi Zebra Semeru mencapai 336 pelanggaran. Terbanyak adalah pelanggaran tidak menggunakan safety belt. Selain itu, juga tidak melengkapi surat-surat kendaraan dan menggunakan ponsel saat berkendara.

Dengan penyelenggaraan Operasi Zebra Semeru, Nasrun berharap kesadaran masyarakat terhadap aturan berkendara semakin meningkat. Sehingga, mengurangi potensi bahaya yang dapat diakibatkan oleh pelanggaran tersebut. ‘’Langkah antisipasi harus terus dilakukan,’’ tegasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)