Ajak Masyarakat Waspada, Polri Sisipkan Pesan Bahaya Penculikan Lewat Film ‘Hanya Manusia’

MADIUN – Setelah ‘22 Menit’, film yang berkisah tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali tayang di bioskop tanah air. Kali ini, film berjudul ‘Hanya Manusia’ produksi Divisi Humas Polri yang mulai tayang hari ini. Film berdurasi 91 menit yang dibintangi Prisia Nasution itu sarat aksi heroik petugas kepolisian dalam melaksanakan tugas. Khususnya, dalam mengungkap kasus penculikan anak di bawah umur yang sudah cukup meresahkan masyarakat. Emosi penontong semakin diaduk dengan drama masalah keluarga sang pemeran utama. Tak heran, film ini sayang untuk dilewatkan.

‘’Film ini luar biasa. Disini kita bisa melihat keprofesionalan Polri yang didambakan masyarakat,’’ kata Walikota Madiun Maidi usai nonton bareng bersama Kapolres Madiun Kota dan jajaran serta tokoh masyarakat di CGV Cinemas Plaza Lawu Madiun (PLM), Kamis (7/11).

Walikota menambahkan keprofesionalan polisi memang untuk menangani masalah dan kesulitan di masyarakat. Seperti yang terlihat dalam film garapan sutradara Tepan Kobain itu. Kasus penculikan anak di bawah umur khususnya anak perempuan yang dikisahkan dalam film cukup meresahkan masyarakat. Apalagi, penculikan berakhir dengan perdagangan manusia (human trafficking). Beberapa di antaranya berakhir dengan pembunuhan. Polisi dituntut menyelesaikan kasus penculikan itu secepat mungkin. Padahal, polisi juga manusia biasa yang memiliki banyak masalah lain. Salah satunya, keluarga.

Baca juga:   Resmi Dibuka, Sunday Market Jadi Ikon Baru Kota

‘’Tetapi Polisi tetap harus professional hingga dapat menangani keresahan masyarakat dengan baik. Salut kepada Polri,’’ imbuhnya.

Walikota juga mengajak semua unsur masyarakat bersatu padu dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Tidak hanya TNI-Polri. Namun, juga tokoh masyarakat. Hal itu penting agar kondusifitas tetap terjaga. Terutama di Kota Madiun.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menyebut film sekaligus himbauan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap penculikan anak. Khususnya, anak perempuan. Sebab, kasus kriminal yang mengintai dapat ditekan dengan peningkatan kewaspadaan bersama. Orang tua memiliki peran penting dalam menjaga anggota keluarga masing-masing.

‘’Ada banyak pesan yang bisa diambil. Salah satunya, untuk senantiasa meningkatan kewaspadaan terhadap bahaya yang mengintai setiap saat,’’ tegasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)