Madiun Bersholawat Bersama Gus Ali Gondrong Jadikan Grebeg Maulud di Kota Madiun Makin Religius

MADIUN – Madiun Bersholawat rangkaian Grebeg Maulud 1441 hijriah di Kota Madiun terasa beda kali ini. Gelaran yang biasa berlangsung di Alun-alun berganti di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun, Kamis (7/11). Gelaran makin seru dengan hadirnya KH Muhammad Ali Shodiqin atau yang akrab disapa Gus Ali Gondrong itu. Tak heran ribuan mafia sholawat tumplek blek di taman lokasi Sunday Market itu.

Walikota Madiun Maidi menyebut gelaran Madiun Bersholawat diharap menambah suasana religius di Kota Pendekar. Bukan hanya saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Suasana religi wajib terus dibangun. Hal itu penting agar dalam menjalani kehidupan selalu terarah dan berkah. Kehidupan yang beragama selalu menghadirkan kesejukan dan kehangatan. Selain itu, juga penuh kasih sayang dan saling bantu membantu.

“Kalau hal itu selalu terjaga, kota kita akan aman karena kondusifitas selalu terjaga,” kata walikota.

Walikota berharap umat muslim di Kota Madiun selalu menjaga keimanan dan ketaqwaan. Tentu dengan selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Hal itu akan semakin kuat jika diiringi bersholawat. Hadirnya Madiun Bersholawat diharap semakin menambah semangat masyarakat Kota Madiun untuk selalu bersholawat. Pemerintah Kota Madiun akan selalu menghadirkan kegiatan bernuansa religi ke depan. Di antaranya, musik religi Letto dan Nisya Sabyan. Kegiatan diharap semakin menambah keimanan dan ketaqwaan.

Baca juga:   Jelang Ramadhan, TPID Gelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi

“Banyak kegiatan di kota kita ke depan, saya harap keamanan dan ketertiban terus dijaga. Kegiatan akan berlangsung lancar kalau kota kita aman,” imbuhnya sembari menyebut ada 100 pendekar yang turut menjaga gelaran Madiun Bersholawat.

Berbagai sholawat mengemuka. Di antaranya, Assalamu’alaika Ya Rosululloh, Yalal Waton, dan berbagai sholawat khas mafia sholawat. Gus Ali Gondrong mengajak untuk selalu bersemangat mengharap rahmat Allah SWT. Tidak perlu khawatir seberapa besarpun dosa yang telah diperbuat. Sebab, Allah SWT memiliki ampunan yang jauh lebih luas. Mengharap rahmat Allah SWT lebih baik dari pada mengharap pahala dari setiap kebaikan yang belum tentu diterima. Rahmat Allah SWT tentu tidak datang dengan sendirinya. Harus ada upaya meraihnya. Gus Ali mencontohkan seorang pekerja seks komersil (PSK) yang mendapat rahmat Allah SWT hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan dengan tulus ikhlas.

“Jangan memandang orang karena perbuatannya sekarang karena kita tidak tahu bagaimana dia ke depan. Yang jelek belum tentu terus jelek, begitu juga sebaliknya,” katanya. (ws hendro/agi/diskominfo)