Salat Subuh Berjamaah di Masjid Fathun Nashri, Walikota Harap Partisipasi Warga dalam Pembangunan Makin Tinggi

MADIUN – Giat Salat Subuh berjamaah sampai di Kelurahan Madiun Lor, Jumat (8/11). Tepatnya, di Masjid Fathun Nashri Jalan Sukokaryo kelurahan setempat. Berbagai saran dan masukan masyarakat mengemuka seperti biasa. Gelaran Salat Subuh berjamaah memang berlanjut dialog walikota dengan jamaah. Antusias masyarakat terlihat. Maklum, saran dan masukan mereka langsung didengar orang nomor satu di Kota Madiun tersebut.

Sebaliknya, Walikota Maidi memanfakan kesempatan bertemu masyarakatnya tersebut untuk menyampaikan berbagai pesan dan program. Mulai soal pembangunan hingga penanganan banjir. Hal itu wajar mengingat musim hujan sebentar lagi. Pemkot, kata walikota, terus berupaya mengatasi masalah air tersebut. Salah satunya, dengan pelebaran saluran. Saluran utama saat ini sudah menggunakan box culvert dengan lebar sampai tiga meter. Hal itu sengaja agar aliran lancar.

‘’Pembangunan harus memperkirakan bagaimana kondisi ke depan. Saluran yang lebar-lebar ini sengaja untuk mengantisipasi kondisi Kota Madiun 20 sampai 30 tahun ke depan,’’ kata walikota.

Walikota berharap peran serta masyarakat dalam pembangunan. Bukan hanya soal usulan dan masukan. Namun, juga dalam pengawasan. Setiap pekerjaan yang dirasa kurang baik, diminta langsung dilaporkan. Itu penting agar segera diperbaiki. Walikota menegaskan pembangunan di Kota Madiun harus baik secara kualitas. Mantan Sekda Kota Madiun itu tidak segan memutus kontrak dengan rekanan yang tidak bekerja secara professional.

Baca juga:   Gandeng BSN, Pemkot Dorong Peningkatan Kualitas UKM di Madiun

‘’Semua pekerjaan akan saya evaluasi. Kalau ada yang kualitasnya di bawah standar, tahun depan langsung tidak akan dipakai. Blacklist,’’ tegasnya.

Kegiatan Salat Subuh berjamaah juga dimanfaatkan untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum (trantibum). Tak heran, walikota juga memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat. Salah satunya, terkait hoax. Hal itu penting mengingat berita bohong bisa sangat meresahkan hingga menimbulkan konflik. Masyarakat diminta untuk tidak langsung menerima setiap informasi yang jelas. Terutama jika sumbernya diragukan.

‘’Kalau ada yang seperti itu tolong jangan langsung diteruskan ke yang lain. Dipastikan dulu kebenarannya. Bisa dilihat di website portal berita milik Pemerintah Kota Madiun. Informasinya lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)