Berlangsung Seru, Ratusan Anak Milenial Diajak Nyanting Massal Motif Pecelan

MADIUN- Bau khas lilin untuk membatik menyeruak di sepanjang Jalan Halmahera Kota Madiun. Hal itu lantaran beratus-ratus lilin yang biasa disebut dengan istilah malam dilelehkan, untuk kemudian dijadikan warna dasar membatik. Tak hanya itu, terlihat juga para peserta yang sebagain besar anak-anak itu dengan penuh kehati-hatian menggerakan canting ke atas selembar kain.

Ya, sebagian besar dari mereka memang baru kali pertama memegang dan menggoreskan canting untuk membatik. Ada yang tertawa memproses batiknya, ada pula yang dengan serius meniup-niup canting agar tidak terlalu panas. Suasana itulah yang tergambar dalam acara spirit batik membius milenial 2019 yang berlangsung pada Sabtu (9/11).

Acara yang kali pertama digelar di Kota Pendekar itu, sedikitnya mengikutsertakan 800 pelajar SD hingga SMA dan SLB yang berada di Kota Madiun, Kabupaten Pasuruan, dan Surabaya. Sri Murniati penggagas acara tersebut mengatakan bahwa tujuan diadakannya event tersebut adalah untuk mengajak generasi penerus melestarikan batik.

Baca juga:   Lomba Dance dan Model Selesai, Kesenian Jaranan dan Limbo Contest Sore Ini

“Ini pertama kali didakan,mudah-mudahan kita bisa mengadakan event lebih besar lagi. Tujuannya agar anak-anak terinspirasi, ikut melestarikan, dan cinta akan batik,” ungkapnya.

Motif yang para peserta kerjakan, lanjutnya, adalah motif batik khas Kota Madiun yaitu pecelan yang memadukan daun-daunan dan warna cerah khas seperti yang terlihat pada makanan pecel.

“Saya berharap, lewat ajang ini anak-anak muda jadi punya rasa memiliki terhadap warisan dari para nenek moyang,” tandasnya.
(dhevit/kus/madiuntoday)