Hari Pertama Gelaran Sirnas, Para Atlet Langsung Tampil Trengginas

MADIUN – Keseruan Gelaran Djarum Sirnas Premier Li Ning Jatim Open 2019 di Kota Madiun langsung terlihat di hari pertama pertandingan, Senin (11/11). Berbagai pertandingan menarik mengemuka di Gor Wilis dan Gedung Bulutangkis yang menjadi venue pertandingan salah satu event bulutangkis terbesar di tanah air tersebut. Dua gedung tersebut dibagi menjadi delapan lapangan bulutangkis. Secara bergantian sebanyak 800 atlet bulutangkis dari berbagai daerah mengikuti pertandingan yang masih dalam tahap babak kualifikasi tersebut.

Walikota Madiun Maidi mengajak seluruh masyarakat untuk meramaikan gelaran Sirkuit Nasional (Sirnas) itu. Apalagi, Sirnas Premier, kategori Sirnas tertinggi di tanah air. Tentu seru dan menarik. Banyak atlet-atlet jempolan kendati masih pelajar. Pun, masyarakat dapat melihat secara gratis.

‘’Ini kesempatan langka. Mari kita ramaikan. Kita kenalkan Kota Madiun kepada mereka agar terkesan,’’ kata walikota.

Sebaliknya, walikota menyebut ada banyak potensi di Kota Madiun yang bisa dinikmati. Selain kuliner pecel, atlet dan ofisial dapat mengunjungi padepokan-padepokan pencak silat, taman bermain dan lain sebagainya.

‘’Banyak masyarakat luar di kota kita dalam sepekan ini, mereka harus dibuat terkesan agar kembali lagi ke depan,’’ terangnya.

Baca juga:   Walikota Cek Lokasi Sirnas 2019

Salah satu keseruan pertandingan terlihat dalam pertandingan antara Stefanus Handi Anggoro dari Kota Madiun melawan Priyo Gesang dari Surabaya. Stefanus yang merupakan pelajar SMAN 3 Taruna Angkasa tersebut terpaksa menyerah dua set langsung dari sang lawan melalui pertandingan sengit. Stefanus kalah 22-20 di set pertama dan 21-18 di set kedua. kejar mengejar angka terjadi sepanjang pertandingan. Pemandangan serupa juga terlihat pada pertandingan lain. Para atlet langsung trengginas di hari pertama gelaran Sirnas tersebut.

‘’Banyak rally panjang yang cukup melelahkan hingga akhirnya saya sering membuat kesalahan sendiri,’’ kata Stefanus.

Pelajar yang bertempat tinggal di Kelurahan Pandean tersebut mengaku kesulitan meladeni permaian rally panjang sang lawan. Fisik memang menjadi kendala. Namun, dia mengaku senang dapat mengikuti Sirnas kendati langsung sudah gugur. Sebab, Sirnas Premier tidak bisa diikuti sembarang atlet. Mereka harus masuk kualifikasi rangking PBSI nasional. Tak heran, tak banyak atlet Kota Madiun yang turun dalam kejuaraan ini. Informasinya tidak lebih dari sepuluh atlet.

‘’Bisa ikut kualifikasi ini saja sudah senang. Bisa tambah pengalaman,’’ ucapnya sembari mengaku senang terdapat Sirnas di Kota Madiun. (ws hendro/agi/madiuntoday)