Target Selesai Akhir Tahun, Progres RTLH dan Jambanisasi Capai 60 Persen

MADIUN – Upaya Pemkot Madiun untuk membantu warga kurang mampu terus berjalan. Salah satunya, melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan jambanisasi. Sejak dimulai pada Oktober lalu, proyek ini telah menyelesaikan setidaknya 60 persen pekerjaan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto yang disampaikan melalui Kabid Perumahan, Penataan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, R.M Danardono.

‘’Sebagian sudah ada yang selesai. Tapi ada juga proyek yang masih dalam tahap pengerjaan,’’ tuturnya.

Tahun ini, Disperkim melaksanakan program perbaikan terhadap 129 RTLH dan 58 program jambanisasi. Penerima bantuan merupakan warga yang telah diusulkan dalam SK Kementerian Sosial.

Proyek RTLH dan Jambanisasi ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2019. Dengan capaian saat ini, Soeko optimis proyek ini akan selesai tepat pada waktunya.

Baca juga:   Jaga Kualitas, Pemkot Bersih-Bersih Videotron

Dalam program RTLH tahun ini, perbaikan terbanyak yang dibutuhkan masyarakat adalah bagian atap. Masing-masing KK menerima bantuan perbaikan maksimal Rp 10 juta untuk RTLH dan Rp 5 juta untuk jambanisasi.

Program inipun terbukti efektif untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Sejak dicanangkan hingga kini sudah 99 persen warga di Kota Madiun yang memiliki rumah layak huni dan jamban yang sesuai standar.

Karena itu, program RTLH dan Jambanisasi rencananya masih akan berjalan di 2020 mendatang. Harapannya, tidak ada lagi RTLH di Kota Madiun. ‘’Tahun depan dimungkinkan masih ada. Nanti usulan bagi penerima program dasarnya juga dari SK Kemensos yang terupdate,” tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)