Terapkan Kartu Elektronik Bus Sekolah Gratis, Orang Tua Bisa Pantau Posisi Anak di Waktu Sekolah

MADIUN – Orang tua pelajar pengguna layanan bus sekolah gratis di Kota Madiun bakal lebih tenang ke depan. Sebab, orang tua dapat turut memantau posisi sang anak melalui smartphone masing-masing. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun mengeluarkan kartu elektronik peserta program angkutan sekolah gratis tersebut.

‘’Melalui kartu ini, orang tua bisa memantau posisi anak-anaknya ada dimana di waktu sekolah. Mulai naik bus jam berapa, turun dimana dan lainnya bisa dipantau. Jadi yang biasa pamit tapi tidak sampai sekolah bisa ketahuan,’’ kata Walikota Madiun Maidi saat Sosialisasi Kartu Elektronik Peserta Angkutan Sekolah Gratis di Wisma Haji, Senin (11/11).

Kartu yang diterbitkan sesuai NIK orang tua tersebut wajib dibawa pelajar untuk naik bus sekolah. Pelajar wajib menempelkan kartu tersebut pada alat di dalam bus saat naik dan turun. Alat tersebut akan memberikan pemberitahuan kepada orang tua melalui aplikasi Dishub Smart Service yang sudah bisa diunduh mulai sekarang. Notifikasi yang didapat juga cukup lengkap. Mulai waktu naik dan turun dari bus, nomor bus atau angkutan, hingga rute yang dilewati.

‘’Artinya, orang tua tidak perlu was-was. Tidak perlu khawatir anaknya sampai sekolah atau malah bolos. Semua bisa dilihat dalam aplikasi itu. Kalau orang tua sudah tidak lagi was-was, maka satu kesejahteraan batin sudah terpenuhi,’’ jelasnya.

Ke depan, pelajar juga wajib menempelkan kartu di dalam kelas melalui aplikasi khusus untuk guru. Kartu cukup ditempel melalui smartphone guru dan langsung memberikan notifikasi kepada orang tua. Tak heran, aplikasi tersebut juga dapat menjadi penghubung orang tua dan guru. Walikota berharap aplikasi tidak sekedar untuk pelaksanaan angkutan bus sekolah. Namun, bisa digunakan untuk memantau kepribadian anak oleh guru ke orang tua.

Baca juga:   Tak Hanya di Gulun dan Ngegong, Fitness Outdoor Juga Ada di Taman Banda

Program angkutan sekolah gratis dan kartu elektronik pelajar tersebut akan terus ditingkatkan. Sebab, peminatnya terus bertambah sampai saat ini. Tiga armada dan belasan angkot yang disewa untuk angkutan tersebut sudah tidak lagi menampung. Walikota berencana menambah tiga armada bus dan 20 angkot pada 2020 nanti. Artinya, semakin banyak rute dan sekolah yang akan terlayani fasilitas tersebut.

‘’Termasuk adanya permintaan untuk penjemputan waktu sore karena ada jam tambahan di sekolah. Semua akan kita layani dengan menghitung rute dan armada nanti saat sudah kita tambah,’’ ujarnya.

Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rasidi menyebut terdapat 752 pelajar yang terdaftar dalam program angkutan sekolah gratis. Namun, armada saat ini hanya mampu melayani 320 pelajar. Penambahan tiga armada dan 20 angkot tersebut akan semakin memperluas jangkauan pelayanan. Pelajar yang ingin mendapatkan layanan ini bisa mendaftar melalui sekolah masing-masing. Sebab, pihak sekolah yang paling memahami kondisi setiap siswanya. Apakah benar-benar membutuhkan program tersebut atau tidak.

‘’Memang sementara hanya untuk pelajar yang benar-benar membutuhkan. Makanya, butuh keterlibatan pihak sekolah yang tahu benar kondisi siswanya. Hal itu dilakukan lantaran jumlah armada yang kurang,’’ jelasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)