Waspada Radikalisme, Forkopimda Wilayah Madiun Gelar Binter Terpadu

MADIUN – Gerakan radikalisme masih menjadi tantangan berat yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Tak hanya di kota-kota besar, paham inipun mengancam stabilitas bangsa. Bahkan, sampai ke daerah-daerah kecil sekalipun.

Karenanya, Beragam upaya antisipasi pun dilakukan oleh berbagai pihak untuk menjaga stabilitas negara. Tak hanya TNI dan Polri. Tapi juga seluruh elemen masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto saat menggelar Binter Terpadu bersama forkopimda dan insan pers Kota/Kabupaten Madiun di The Sun Hotel Madiun, Senin (11/11). ‘’Selalu waspada dan deteksi dini. Segera infokan jika ada hal-hal yang mencurigakan,’’ ujarnya.

Menurut Dandim, TNI dan Polri selalu siap siaga menjaga keamanan dan ketertiban. Khususnya, di wilayah Madiun. Serta, mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kondisi yang kondusif.

Sebelumnya, upaya-upaya menjaga stabilitas wilayah telah dilakukan oleh TNI maupun Polri. Salah satunya, memberikan masukan kepada masyarakat terkait bahaya-bahaya radikalisme. Serta, cara-cara mengindentifikasinya.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian sedang melaksanakan giat Operasi Bina Waspada terhadap paham radikalisme. ‘’Intinya, deteksi dini haru ada. Semua elemen masyarakat harus mampu menjaga Madiun. Paham radikal tidak hanya menyasar kaum tua saja, tapi juga anak muda,’’ terangnya.

Baca juga:   Cuaca Lebih Panas? Ini Penjelasan BMKG

Untuk meningkatkan kewaspadaan, lanjut Nasrun, peran babinsa dan babinkamtibmas akan diperkuat. Begitu pula dengan aturan lapor RT setempat jika ada orang asing yang memasuki wilayah. Harapannya, hal ini dapat meminimalisir adanya sebaran paham radikalisme di lingkungan tempat tinggal.

‘’Operasi Bina Waspada ujung tombaknya adalah babinsa dan babinkamtibmas. Info mulai dari yang terkecil harus kita dapatkan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, terkait napiter yang telah selesai menjalani masa hukuman penjara, Nasrun mengungkapkan ada satu orang di wilayah Madiun. ‘’Kami tetap waspada, tapi tidak mencurigai. Kami harap, napiter yang kembali ke masyarakat dapat berbaur lagi dan membantu masyarakat untuk terhindar dari hal-hal negatif,’’ tuturnya.

Kegiatan Binter Terpadu tak hanya diikuti oleh unsur TNI dan Polri dari wilayah Kota/Kabupaten Madiun saja. Tetapi juga kepala kejaksaan tinggi negeri, kepala pengadilan negeri, dan perwakilan Pemkot dan Pemkab Madiun. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi forkopimda di wilayah Madiun. Khususnya, dalam memerangi bahaya radikalisme. (Radit/irs/madiuntoday)