Lestarikan Ayam Pelung, Pemkot Gelar Kontes Walikota Cup di Lapangan Gulun

MADIUN – Nama Ayam Pelung memang belum cukup familier di Kota Madiun. Namun, bukan berarti tidak memiliki penggemar di Kota Pendekar. Bahkan, pecinta salah satu jenis ayam kontes itu terus bermunculan hingga kini. Melihat hal itu Himpunan Peternak dan Penggemar Ayam Pelung (Hippap) Nusantara berencana menggelar kontes di Kota Madiun.

‘’Melihat antusias penghobi Ayam Pelung di Kota Madiun, kami berencana menggelar kontes ayam ini. Alhamdulillah, Walikota Madiun mendukung dan siap memfasilitasi,’’ kata Dandenpom V/1 Madiun Letkol CPM Didik Hariyadi, Selasa (12/11).

Didik yang juga anggota Hippap Nusantara itu menyebut Kontes Besar Ayam Pelung ini bertajuk Walikota Cup 1 Madiun. Kegiatan bakal digelar, Minggu 17 November nanti di Lapangan Gulun Madiun. Didik optimis kegiatan bakal ramai. Sebab, saat ini sudah seratusan peserta yang mendaftar. Mulai dari Garut, Cianjur, Jogja, hingga Jambi dan Pekan Baru. Pihaknya memang membuka pendaftaran secara online. Masyarakat juga bisa mendaftar langsung di lokasi acara sebelum lomba.

‘’Ini bisa disebut event nasional atau bahkan lebih besar. Karena peserta datang dari berbagai daerah di tanah air,’’ ujarnya sembari menyebut kegiatan sekaligus memperingati HUT ke 56 Korem 081 Dhirotsahajaya.

Baca juga:   Masuk DPT, WNA Tetap Tak Bisa Nyoblos

Kegiatan yang disupport Pemerintah Kota Madiun tersebut diharap memberikan beragam manfaat. Selain melestarikan Ayam Pelung yang merupakan kekayaan asli Indonesia, juga untuk menumbuhkan perekonomian di Kota Madiun. Seperti diketahui, peminat Ayam Pelung ini dari berbagai daerah. Mereka diprediksi bakal turut meramaikan. Artinya, banyak tamu yang datang ke kota pecel. Hal tersebut tentu memberikan keuntungan tersendiri. Khususnya, bagi PKL di sekitar lokasi acara.

‘’Event ini sekaligus untuk semakin mengenalkan Kota Madiun kepada pengunjung. Harapanya, bisa mempromosikan Kota Madiun di kampung masing-masing sekembali nanti,’’ ujarnya.

Selain itu, Didik berharap Ayam Pelung berkembang di Kota Madiun. Sebab, ayam dengan nama latin Gallus Gallus Domesticus itu cukup menggiurkan untuk ladang bisnis. Didik menyebut harga Ayam Pelung bisa mencapai Rp 5 juta hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, pernah dijual Rp 50 juta saat kontes di Garut beberapa waktu lalu. Dia berencana bekerja sama dengan peternak Kota Madiun dengan mensupport sepasang indukan. Anakannya yang bagus akan langsung dibeli.

‘’Penggemar Ayam Pelung terus bermunculan. Ini peluang bagus. Semoga melalui event ini Ayam Pelung semakin lestari,’’ pungkasnya. (dok/agi/diskominfo)