Jadi Narsum di PLK, Walikota Ajak Warga Awasi Program Kerja

MADIUN – Program kerja pemerintah wajib dipahami masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat turut mengawasi. Hal itu penting agar pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat. Beragam cara dilakukan Walikota Madiun Maidi untuk mensosialisasikan program kerja pemerintah. Salah satunya, melalui Kegiatan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan (PLK) Kecamatan Manguharjo, Kamis (14/11).

Bertempat di aula kecamatan setempat, berbagai program kerja walikota mengemuka. Terutama yang tertuang dalam Panca Karya. Yakni, Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, Madiun Kota Membangun, Madiun Kota Peduli, dan Madiun Kota Terbuka. Walikota juga menjelaskan berbagai program di dalam masing-masing karya tersebut. Seperti program laptop gratis bagi pelajar yang tertuang dalam Madiun Kota Pintar.

‘’Mengapa kita harus pintar. Masyarakat kita yang hanya 210 ribu ini diapit 4 juta lebih penduduk di lima kabupaten. Masyarakat kita yang sedikit ini harus pintar agar yang 4 juta ini datang dan belanja ke Kota Madiun,’’ ujarnya.

Pintar bukan hanya kepada masyarakatnya. Namun, juga aparaturnya. Walikota berencana memberikan beasiswa namun wajib mengabdi untuk Kota Madiun menggantikan mereka yang telah pension. Walikota mencontohkan beasiswa untuk pendidikan dokter yang harus menjadi bekerja di Kota Madiun setelah lulus nanti.

Baca juga:   Jadikan Kota Madiun Bebas Korupsi, Walikota Ajak Masyarakat untuk Peduli

‘’Jadi kalau ada empat guru pensiun, empat tahun sebelumnya ada beasiswa untuk pendidikan guru. Kami ingin program beasiswa ini sudah langsung menggantikan mereka yang pensiun saat lulus,’’ imbuhnya.

Walikota berharap peran serta masyarakat dalam setiap program tersebut. Baik dalam pengawasan hingga evaluasi. Masyarakat, kata dia, tidak perlu segan untuk melaporkan jika terdapat kesalahan. Walikota menegaskan tidak akan mentolerir rekanan yang berbuat nakal. Hal itu juga sekaligus sebagai langkah pencegahan. Pencegahan terkait penyelewengan anggaran maupun pencehagan musibah di kemudian hari. Seperti kasus ambruknya sekolah di Pasuruan yang menewaskan guru dan dua orang murid beberapa waktu lalu.

‘’Ini juga bagian dari Madiun Kota Terbuka. Masyarakat harus turut serta untuk bersama-sama mencegah tindak pidana korupsi dalam bentuk apapun,’’ tegasnya. (lucky/agi/diskominfo)