Terapkan Retribusi Menara Telekomunikasi, Pemkot Ajak Perusahaan Dukung Pengembangan Kota Madiun

MADIUN – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun siap memberlakukan tarif retribusi pengendalian menara telekomunikasi yang baru.

Besarannya disesuaikan dengan peraturan daerah (perda) Kota Madiun nomor 2 tahun 2019. Untuk tarif dasar retribusi ditetapkan Rp 2,299 juta per tahun.

Besaran tarif inipun disampaikan dalam sosialisasi bersama perusahaan pemilik menara telekomunikasi di Kota Madiun, Kamis (14/11). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang 13 Balaikota Madiun.

Dalam kegiatan tersebut diketahui bahwa terdapat 90 menara telekomunikasi yang berdiri dan tersebar di wilayah Kota Madiun. Setiap perusahaan, rata-rata memiliki lebih dari satu menara telekomunikasi.

Pada kesempatan itu, Walikota Madiun Maidi mengimbau kepada perusahaan pengguna menara telekomunikasi. Yakni, untuk mendukung pembangunan di Kota Madiun. Salah satunya, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Jangan menempati wilayahnya saja. Tapi juga ikut membantu pembangunan kota,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Baca juga:   Bosan Olahan Ikan yang Itu-itu Saja, Dawet dan Es Kopyor Patin Ini Patut Dicoba

Walikota mengatakan, pihaknya berupaya memberikan kemudahan bagi investor untuk menanamkan bisnis di Kota Madiun. Namun, hal ini juga sebaiknya diimbangi dengan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

Dalam memberikan CSR, Walikota berharap pihak perusahaan dapat berkoordinasi dengan pemkot. Sehingga, bantuan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

“CSR disesuaikan dengan program pemerintah daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun Subakri menjelaskan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman, khususnya kepada perusahaan pengguna menara telekomunikasi, terkait Perda 2/2019.

“Selain itu, juga untuk mensinkronisasikan data menara telekomunikasi di Kota Madiun,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi retribusi menara telekomunikasi diikuti oleh 75 orang peserta. Mulai dari Asosiasi Provider Seluruh Indonesia (APSI) Kota Madiun, OPD terkait, dan panitia. (Luki/irs/diskominfo)