Hadirkan Warga Sepuh Sebagai Pembicara, Sarasehan di Manguharjo Makin Bermakna

MADIUN – Giat silaturahmi dan sarasehan rangkaian Kunjungan Kerja Walikota Madiun kembali diwarnai hadirnya narasumber spesial, Jumat (15/11) malam. Seorang warga usia lanjut dengan berjuta pengalaman hidup. Bedanya, warga sepuh kali ini seorang laki-laki. Katemo Sarimun namanya. Usianya sudah 85 tahun. Kendati begitu, ingatan warga Kelurahan Manguharjo itu tentang kehidupan yang dijalani masih segar bugar. Giat kunker kali ini memang menyambangi warga Kelurahan Manguharjo.

Berlokasi di halaman Kantor Dishub Kota Madiun, hadirnya Katemo memberikan warna tersendiri. Apalagi banyak kisah inspirasi dari bapak satu anak tersebut. Walikota Maidi memang sengaja selalu menghadirkan warga sepuh sebagai narasumber. Sebelumnya, dua warga sepuh juga diminta bercerita saat giat serupa di Kelurahan Banjarejo beberapa waktu lalu.

Berbagai cerita mengemuka. Terutama rahasia panjang umur. Serupa dengan narsum sebelumnya, Katemo mengaku juga menjalani hidup dengan ikhlas meski serba kekurangan. Untuk makan saja, kerap hanya mengkonsumsi sayur yang ditanam di pekarangan sekitar rumah. Lauk yang dikonsumsi seadanya. Bahkan, nyaris tidak pernah mengkonsumsi daging maupun telur. Kondisi semakin memprihatinkan karena Katemo sudah ditinggal sang istri dan anak. Sebaliknya, dia harus menghidupi ketiga cucunya.

“Hidup memang harus ikhlas. Seperti pak Katemo ini. Jangan suka meributkan hal-hal kecil yang tidak dimiliki,” kata walikota.

Selain itu, Katemo juga hidup dengan penuh kesabaran. Bahkan, dia mengaku tidak pernah marah meski disakiti. Termasuk dengan istrinya sewaktu masih hidup dulu. Tidak pernah bertengkar. Namanya orang kecil, dia mengaku sering direndahkan. Namun, tidak pernah marah. Sabar dan diikhlaskan. Beberapa kali dia juga sering kena tipu. Paling sering urusan pinjam barang atau uang yang tak kunjung dikembalikan. Sabar dan diikhlaskan.

Baca juga:   Jadi Guru Sejam, Walikota Ajarkan Zero Waste Kepada Pelajar

“Ini pesan hidup yang sangat berharga. Ini seperti tamparan bagi kita yang selalu berlaku kurang meski sudah berkecukupan,” imbuhnya.

Kegiatan sarasehan juga sebagai sarana mensosialisasikan program kerja walikota. Berbagai agenda pembangunan ke depan mengemuka. Harapannya, masyarakat turut mengawasi dan mengevaluasi. Di antaranya, pembangunan trotoar Jalan Pahlawan yang dibuat seperi di Malioboro, Jogja hingga pembangunan sentra-sentra kuliner. Pemkot memang berencana membangun sentra kuliner mulai Jalan Rimba Dharma hingga kawasan stadion memanfaatkan aliran sungai di sekitarnya. Sungai bakal ditutup untuk lokasi berjualan. Selain itu, sungai di Jalan Perintis Kemerdekaan juga akan dimanfaatkan serupa. Bahkan, juga menjadi jalan tol bagi yang ingin ke mall di Jalan Pahlawan.

“Pembangunan yang bersifat peningkatan ekonomi kreatif akan didahulukan. Ini penting karena kota kita kota jasa,” pungkas walikota sembari meminta saran dan masukan masyarakat.

Kegiatan juga diisi penyerahan bantuan kepada warga kurang mampu. Selain itu, walikota juga berbagi uang saku untuk anak-anak yang hadir. (ws hendro/agi/diskominfo).