Peringati HKN, Walikota Fokus Pencegahan Stunting

MADIUN – Berbagai kegiatan menarik mewarnai perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019 di Kota Madiun, Jumat (15/11). Acara tersebut dipusatkan di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun dan diikuti oleh forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemkot Madiun.

Peringatan HKN dilaksanakan dengan penuh semangat. Dimulai dengan senam bersama Walikota Madiun Maidi, parade kostum buah dan sayur, hingga Flashmob.

Tak hanya itu, stan-stan khusus juga disediakan untuk menambah semarak acara. Ada stan UMKM, rumah sakit yang ada di Kota Madiun, BPJS Kesehatan, hingga stan cek kesehatan gratis.

Peserta kegiatan juga tak kalah semangat memenuhi lokasi acara. Mereka berasal dari kader kesehatan kecamatan, organisasi penyelenggara kesehatan, Saka Kencana, Saka Bakti Husada, dan Duta Genre Kota Madiun.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun itu memang sengaja dikemas secara menarik. Sehingga, meningkatkan semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan. Serta, memaknai HKN untuk meningkatkan upaya menjaga kesehatan di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Walikota Madiun Maidi memberikan sambutan kepada para peserta. Walikota menuturkan, upaya meningkatkan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama Pemkot Madiun. “Berbagai program dan kegiatan di bidang kesehatan akan ditingkatkan. Sehingga, masyarakat Kota Madiun semakin sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Upaya menjaga kesehatan tersebut, lanjut Walikota, masuk dalam program Panca Karya Pemkot Madiun. Tak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, pemkot juga telah mempersiapkan upaya kesehatan dengan tanaman obat khusus. Harapannya, setiap rumah memiliki tanaman obat yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan herbal.

Baca juga:   Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-101, Walikota Ziarahi Makam Pemimpin Terdahulu

Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian pemkot selain penyakit tidak menular adalah stunting. Untuk mengatasi anak menderita stunting, Walikota menginstruksikan OPD terkait untuk saling berkoordinasi. Sehingga, permasalahan ini cepat teratasi.

Menurut Walikota, stunting memberikan dampak jangka panjang yang kurang baik. Karena, stunting tidak sekadar ukuran tubuh saja. Tetapi juga memengaruhi perkembangan daya pikir penderitanya.

Salah satu upaya mengurangi angka Stunting dilakukan dengan gerakan makan ikan bagi anak-anak. Serta, upaya menjaga gizi seimbang dan makan teratur di sekolah. Hal inipun harapannya juga diikuti oleh masyarakat. Yakni, dengan memberikan gizi seimbang bagi anak.

Walikota pun menambahkan, berbagai pembangunan di Kota Madiun juga memperhatikan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Salah satunya, seperti renovasi trotoar Jalan Pahlawan. Nantinya, area tersebut dapat dijadikan sarana rekreasi masyarakat atau sekadar menikmati suasana kota.

Selain itu, pemkot juga sedang melaksanakan pembangunan sentra makanan dan minuman di sekitar sungai proliman. Sehingga, PKL lebih tertata rapi, dan dipantau bahan-bahannya. Dengan demikian, bahan makanan tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Untuk itu, Walikota mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa membantu mendukung berbagai upaya pemkot dalam pembangunan kota. Serta, senantiasa menghindarkan diri dari hal-hal negatif. Seperti, narkoba, radikalisme, dan berita hoax. “Warga Kota Madiun sehat, semangat, cerdas, dan sejahtera,” tandasnya. (WS Hendro/irs/diskominfo)