Jadi Narasumber Seminar Nasional, Walikota Tekankan 6 Pilar Karakter Dalam Berkehidupan

MADIUN- Era Revolusi Industri 4.0 memberikan peluang dan tantangan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Era ini ditandai dengan penggunaan teknologi internet secara masif diseluruh dimensi kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Maka dari itu, dibutuhkan prinsip-prinsip hidup yang harus dijadikan sebagai landasan dalam berkehidupan, salah satunya adalah kejujuran.

Hal di atas seperti yang dikatan Walikota Madiun Maidi dalam giat Seminar Nasional yang mengusung tema pendidikan karakter bangsa di era 4.0. Berlangsung di Wisma Haji Kota Madiun pada Sabtu (16/11). Dalam kesempatan tersebut, walikota juga menekankan pentingnya penerapan enam pilar karakter dalam berkehidupan sebagai pembentuk karakter anak.

Enam pilar tersebut diantaranya adalah kejujuran, keadilan, dan kebersamaan. Tatkala generasi penerus memiliki dan meneladani prinsip-prinsip di atas, maka karakter yang ada dalam diri anak-anak akan kuat dan tidak mudah terbawa arus perkembangan zaman. Khususnya di zaman serba instan, dimana informasi dapat kita terima dengan cepat lewat perkembangam teknologi, tanpa tahu keabsahan informasi tersebut.

“Antara berita negatif dan positif sekarang ini sama-sama imbang. Maka kita harus pandai-pandai memilah . Tatkala enam pilar kita terapkan dan dijiwai oleh anak-anak, maka mereka tak mudah terbawa arus ke hal-hal negatif,” ungkapnya.

Hal itu, lanjutnya, disampaikan di hadapan para pendidik, sehingga harapannya para pendidik yang hadir sebagai peserta seminar mampi mentransfer informasi yang didapat kepada siswa, sekaligus membantu untuk menerapkan hal baik tersebut kepada anak didiknya.

Baca juga:   Peringati Otoda, Walikota Ajak Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, Walikota tak hanya memaparkan mengenai kiat sukses pendidikan karakter di era revolusi industri, lebih dari itu, walikota juga menjabarkan visi-misi MaDa yang tertuang dalam Panca Karya. Yakni, Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, Madiun Kota Membangun, Madiun Kota Peduli, dan Madiun Kota Terbuka. Walikota juga menjelaskan berbagai program di dalam masing-masing karya tersebut. Seperti program laptop gratis bagi pelajar yang tertuang dalam Madiun Kota Pintar.

‘’Masyarakat Kota Madiun harus pintar. Masyarakat kita yang hanya 210 ribu ini diapit 4 juta lebih penduduk di lima kabupaten. Masyarakat kita yang sedikit ini harus pintar agar yang 4 juta ini datang dan belanja ke Kota Madiun,’’ ujarnya.

Tentu saja pintat bukan hanya kepada masyarakatnya. Namun, juga aparatur. Walikota berencana memberikan beasiswa namun wajib mengabdi untuk Kota Madiun menggantikan mereka yang telah pensiun. Misalnya, beasiswa untuk pendidikan dokter yang harus menjadi bekerja di Kota Madiun setelah lulus nanti.

‘’Jadi kalau ada empat guru pensiun, empat tahun sebelumnya ada beasiswa untuk pendidikan guru. Kami ingin program beasiswa ini sudah langsung menggantikan mereka yang pensiun saat lulus,’’ imbuhnya.

Walikota berharap peran serta masyarakat dalam setiap program tersebut. Baik dalam pengawasan hingga evaluasi. Sehingg tiga tahun kedepan, kata dia, Kota Madiun dapat menjadi jujugan dan mendapat perhatian di mata dunia.
(ws hendro/kus/diskominfo)