Tak Sekadar Bertanding, Atlet Sirnas Juga Sampaikan Pesan Sportivitas

MADIUN – Event Djarum Sirkuit Nasional Premier Li Ning Jatim Open 2019 yang terselenggara di GOR Stadion Wilis sukses mencuri perhatian masyarakat. Penampilan ciamik dari para atlet tingkat nasional saat mengayunkan shuttlecock dengan raketnya itu berhasil memukau penonton. Teriakan pendorong semangat pun semakin keras bergelora.

Sama seperti pertandingan pada umumnya, tentu ada peserta yang akan mendapatkan kemenangan atau mengalami kekalahan. Namun, saling menghormati dan menjaga sportivitas merupakan pesan moral yang dapat dipetik dari sebuah kompetisi.

Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh para peserta Sirnas 2019. Salah satunya dalam pertandingan final tunggal putri Dinar Dyah Ayustine melawan Gabriela Meilani Moningka, Sabtu (16/11).

Jalannya pertandingan rupanya tak mulus bagi Gabriela. Bahkan, atlet klub Berkat Abadi, Banjar itu harus menerima bahwa dirinya tertinggal 10 poin dari sang lawan.

Tak sampai di situ, Gabriela jatuh di lapangan ketika pertandingan belum usai. Atlet kelahiran Jayapura, 30 Juli 1999 itu diduga mengalami kram hingga sesak napas.

Baca juga:   Nahkodai PBJI, Bagus Adhitomo Siap Kenalkan Ju Jitsu Pada Millenial

Melihat kondisi lawannya, Dinar Dyah Ayustine langsung menghampiri dan menopang tubuh Gabriela dengan punggungnya. Tim kesehatan pun segera datang untuk memberikan oksigen. Namun, Gabriela tak dapat melanjutkan pertandingan hingga akhir.

Kepada wartawan, Dinar menuturkan bahwa dia dan Gabriela baru saja memainkan rally panjang. Dari situ, atlet klub Pertamina Fastron itu melihat bahwa kondisi lawannya kurang stabil. Tak disangka Gabriela akhirnya ambruk.

Aksi Dinar memang menarik perhatian banyak orang yang menontonnya. Tapi, atlet 26 tahun itu tidak menghiraukannya. “Itu biasa dalam pertandingan. Semua bisa mengalami,” ujarnya.

Menjaga sportivitas dalam bertanding merupakan hal yang penting dilakukan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperebutkan prestasi. Tapi juga memotivasi orang-orang di sekitarnya.

Hal inipun sesuai dengan harapan Walikota Madiun Maidi. Gelaran Sirnas 2019 tak hanya dijadikan ajang hiburan semata. Tapi juga memotivasi, khususnya atlet-atlet di Kota Madiun. Tidak hanya dalam hal meraih prestasi. Tapi juga saling menghormati antarpemain. (WS Hendro/irs/madiuntoday)