Sukses Kontes Pertama, Walikota Berencana Rutinkan Kontes Ayam Pelung Agar Mendunia

MADIUN – Kota Madiun tak pernah sepi kegiatan. Setelah konser Letto semalam, event berganti Kontes Besar Ayam Pelung, Minggu (17/11) pagi. Ratusan peserta mengikuti gelaran kontes kali pertama di Jawa Timur bertajuk Walikota Cup 1 ini. Tak heran, kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gulun ini cukup menarik perhatian masyarakat.

Walikota Madiun menyebut kegiatan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat. Khususnya, tentang keberagaman kekayaan alam tanah air. Ayam Pelung merupakan salah satu kekayaan tanah air dari Cianjur dan Garut Jawa Barat. Hal tersebut belum banyak diketahui masyarakat Kota Madiun. Adanya, event kontes tersebut diharap semakin memberikan edukasi bagi masyarakat.

‘’Ayam ini belum banyak yang tahu. Tahunya, jenis kate, ketawa, dan lainnya. Padahal, Indonesia itu punya satu jenis ayam yang luar biasanya, Namanya Ayam Pelung,’’ kata walikota.

Luar biasa lantaran memiliki ukuran yang rata-rata lebih besar dari ayam kampung lain. Bisa memiliki berat sampai 6 hingga 7 kilogram dengan tinggi mencapai 50 centimeter. Ayam jenis ini juga memiliki bulu indah berkilau. Tak heran, ayam ini diadu karena cantik dan merdu suaranya. Belum lagi potensi ekonomi dibaliknya. Harga Ayam Pelung cukup mahal. Ayam kontes pernah terjual hingga Rp 55 juta.

‘’Baru anakan saja harganya sudah Rp 300 ribu. Kalau ini berkembang di sini, bisa menjadi ladang usaha masyarakat kita,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Kunjungi Rumah Warga Kurang Mampu, Walikota Langsung Jajal Kamar Tidur

Tak heran, walikota berencana mengembangkan Ayam Pelung di Kota Pendekar. Salah satunya, dengan menggelar kontes lebih besar lagi. Kontes saat ini diikuti 250 peserta. Panitia sengaja membatasi peserta agar dapat selesai dalam sehari. Ke depan, walikota ingin ada satu event nasional yang tidak setengah-setengah. Peserta tidak dibatasi dengan hadiah yang juga lebih istimewa. Rencananya, pelaksanaan minimal dua kali dalam setahun.

‘’Dinas Pertanian akan saya minta studi banding ke Cianjur sana untuk belajar tentang ayam ini. Bagaimana cara membudidayakan hingga menggelar kontes yang besar agar Kota Madiun dan Ayam ini mendunia,’’ terangnya sembari menyebut Kota Madiun harus digerakkan karena kota jasa.

Ketua Umum Himpunan Penggemar dan Peternak Ayam Pelung (Hippap) Nusantara Iwan Rio Mustofa mengapresiasi kepedulian Walikota Madiun akan kelestarian Ayam Pelung tersebut. Apalagi, walikota dan masyarakat Kota Madiun sangat antusias. Terbukti dari gelaran event kali pertama yang dinilainya cukup sukses. Banyak peserta yang hadir. Selain itu, dibuktikan dengan rencana walikota yang ingin menggelar kontes besar Ayam Pelung minimal dua kali setahun. Hal itu tentu menjadi angin segar bagi penggemar dan peternak Ayam Pelung.

‘’Apresiasi yang luar biasa bagi walikota, panitia, dan masyarakat Kota Madiun. Semoga dengan banyaknya event di Kota Madiun, keberadaan Ayam Pelung semakin berkembang di sini,’’ harapnya. (dhevit/agi/diskominfo)