Ilustrasi: Vincencius

MADIUN- Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir mengatakan, dirinya menyambut positif wacana diberlakukannya sertifikat perkawinan bagi pengantin baru yang digulirkan oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy beberapa waktu yang lalu.

Menurut Munir, secara tidak langsung pihaknya sudah siap dengan wacana tersebut. Meskipun sampai saat ini masih dibicarakan di tingkat pusat dan belum ada aturan yang membahasnya secara detail.

“Sampai hari ini setiap calon pengantin yang sudah mendaftar di KUA, sudah kita beri bimbingan perkawinan (binwin). Begitu juga dengan remaja, kita berikan materi-materi pembinaan seputar perkawinan,” jelasnya saat ditemui seusai membuka bimbingan pra nikah kepada para pelajar Rabu (20/11).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sertifikat perkawinan selama ini sudah dilaksanakan oleh Kementerian Agama dalam wujud bimbingan perkawinan yang dilaksanakan selama dua hari. Mekanismenya pasangan pengantin diberikan bimbingan seputar kehidupan pernikahan, meliputi pembentukan keluarga sakinah, mengelola konflik, dan lain-lain.

Baca juga:   Wisata Murah Meriah di Alun-alun Madiun

“Hanya setelah pembinaan, mereka (calon pasangan pengantin) belum diberikan print out sertifikat kalau sudah mengikuti binwin. Padahal binwin sangat penting untuk diikuti calon pengantin,” akunya.

Dengan adanya gagasan dari Menko, lanjutnya,  sertifikat pranikah akan lebih menyeluruh. Seperti nantinya, akan ada bimbingan tentang kesehatan dan bagaimana mengelola ekonomi keluarga baru. Tentunya, kata Munir, pembinaan ini akan butuh kerjasama dari beberapa pihak lain.

“Harapannya kan dengan adanya sertifikat perkawinan para pasangan muda lebih siap mengarungi bahtera rumah tangga karena sudah dibekali pengetahuan yang cukup sebelum menikah, sehingga angka perceraian itu bisa nihil,” pungkasnya.
(vincent/kus/madiuntoday)