Edukasi HIV-AIDS Sejak Dini, Dinkes Gelar Lomba Poster Tingkat Pelajar Hari Ini

MADIUN – Peringatan hari HIV-AIDS di Kota Madiun tidak sekedar seremonial. Namun, juga sarat edukasi dan kompetisi. Seperti lomba poster Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun di Wisma Haji setempat, Kamis (21/11). Puluhan peserta tingkat SMP dan SMA sederajat tampak antusias mengikuti lomba rangkaian peringatan hari HIV-AIDS yang diperingati tiap 1 Desember tersebut.

Seperti Angela Elsa, salah seorang peserta dari SMPN 1 Madiun ini. Elsa mengaku tertantang dengan tema HIV-AIDS yang kemudian dituangkan dalam sebuah gambar poster. Tak heran, berbagai referensi tentang virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu dicari sebelum menggambar. Pun, satu pesan penting disematkan dalam gambar gadis berkacamata itu.

‘’HIV-AIDS ini kan bisa ditularkan dari ibu ke anaknya. Melalui lomba ini saya ingin berpesan untuk menyelamatkan generasi ke depan dari HIV dan AIDS. Kasihan anaknya kalau kemudian harus tertular,’’ ujar Elsa yang menambahkan unsur perempuan hamil dengan ornamen HIV dalam gambarnya itu.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun dr Agung Sulistya Wardani berharap anak-anak khususnya pelajar termotivasi untuk mencari tahu informasi tentang HIV-AIDS melalui lomba tersebut. Hal itu secara tidak langsung memberikan edukasi bagi mereka.

‘’Sosialiasi tentunya akan membosankan dengan cara biasa. Melalui lomba seperti ini, anak-anak ini akan berusaha mencari tahu informasi terkait tema terlebih dahulu. Sehingga mereka belajar secara mandiri,’’ ungkapnya.

Baca juga:   Waspadai Penyebaran Penyakit Saat Musim Hujan

Wardani menyebut tercatat sebanyak 300 lebih penduduk Kota Madiun yang terjangkit HIV-AIDS sejak pertama kali ditemukan 2004 lalu. Beberapa di antaranya sudah meninggal. Namun, jika di total dengan masyarakat luar daerah yang ditemukan positif di Kota Madiun sudah mencapai ribuan. Berbagai upaya dilakukan untuk menekan keterjangkitan virus tersebut. Salah satunya, dengan mobile VCT. Yakni, pemeriksaan HIV dengan sistem jemput bola.

‘’Kami secara rutin mendekat dengan mendatangi mereka. Mulai di café-café, lapas, hingga lokasi yang dinilai berisiko tinggi,’’ tegasnya.

Wardani berharap masyarakat secara mandiri memeriksakan kesehatan masing-masing. Apalagi, pemeriksaan HIV dan AIDS terdapat pelayanan khusus. Tidak perlu antri seperti pasien pada umumnya. Cukup mengantri melalui layanan whatsapp di Puskesmas. Pun, bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum datang.

‘’Kami tidak bisa memaksa masyarakat untuk memeriksakan diri. Pelayanan ini sifatnya sebatas ajakan. Makanya, butuh partisipasi masyarakat untuk menekan penyebarluasan virus ini,’’ pungkasnya sembari menyebut pemenang lomba mendapat uang pembinaan, piagam, trofi, serta sepuluh karya terbaik akan dipamerkan saat puncak peringatan nanti. (ws hendro/agi/madiuntoday)