Nguri-Uri Budaya Lokal, Dindik Kota Madiun Gelar Lomba Pidato Bahasa Jawa Bagi Pelajar

MADIUN- Eksistensi Bahasa Jawa di kalangan generasi muda kian terpinggirkan. Kalau pun ada, tata bahasa yang digunakan oleh mereka tidak tertata dengan baik. Apalagi jika membahas mengenai  tingkatan bahasa seperti Krama Inggil, Krama Madya dan Ngoko.

Maka dari itu, guna melestarikan budaya yang ada, Dinas Pendidikan Kota Madiun menggelar lomba pidato Bahasa Jawa tingkat SD dan SMP yang digelar mulai Rabu hingga Kamis (21/11). Kegiatan yang berlangsung di Pusdikbang Perum Perhutani ini, bertujuan untuk memupuk cinta budaya dan bahasa
Jawa yang ditujukan bagi generasi muda.

“Ini merupakan upaya agar para generasi muda lebih mencintai budaya dan bahasa Jawa. Zaman sekarang akses informasi semakin mudah, kalau tidak dibentengi dengan kebudayaan daerah yang kuat, budaya kita akan terkikis,” jelas Kasi Perpustakaan dan Bahasa Daerah Sutrisno.

Baca juga:   Mengenal Revolusi Jihad, Dasar Lahirnya Hari Santri

Lomba pidato berbahasa Jawa ini diikuti sebanyak 70 peserta yang berasal dari siswa tingkat SD hingga SMP yang ada di Kota Madiun. Para peserta kompak memberikan penampilan terbaiknya, peserta laki-laki menggunakan beskap lengkap dengan blangkonnya, sedangkan yang peserta perempuan mengenakan kebaya dan jarik, lengkap dengan hiasan kepala.

Dengan lues mereka berpidato menggunakan bahasa Jawa. Ada yang berbahasa Jawa Ngoko, adapula yang berbahasa Jawa Krama. Tanpa menggunakan teks, para peserta terlihat menjiwai setiap pidato yang dibacakan.

“Ini baru pertama kali kita adakan. Kedepan acara seperti ini akan terus kita lakukan, mengingat antusiasme dari para pelajar juga baik,” ujarnya.

Sutrisno berharap, melalui gelaran seperti ini, para generasi muda dapat ikut serta menjaga warisan luhur budaya daerah yang dimiliki. Serta memiliki rasa bangga terhadap budayanya sendiri.
(dhevit/kus/madiuntoday)