Ajak Ibu-Ibu Berkarya, Rumah Pintar Lentera Beri Pelatihan Jumputan Shibori

MADIUN- Banyak cara bagi ibu-ibu untuk mengisi waktu dan menghasilkan uang. Seperti yang dilakukan ibu-ibu yang berasal hampir dari seluruh kelurahan di Kota Madiun ini. Mereka mengisi waktu luang dengan mengikuti pelatihan membatik Shibori yang digelar oleh Rumah Pintar Lentera Pabrik Gula Rejo Agung Baru.

Batik Shibori sendiri dikenal sebagai produk tradisional khas Jepang. Proses pembuatan Shibori,  memang mirip dengan pembuatan batik pada umumnya. Seperti halnya kain batik, dalam proses pembuatan Shibori, juga dibutuhkan bahan perintang untuk menahan warna agar tidak meresap ke bagian kain yang diinginkan. Bedanya, kalau bahan perintang untuk batik berupa lilin atau canting, maka shibori dibuat dengan cara dilipat atau disimpul.

Teknik pembuatan batik Shibori ini lebih mirip lagi dengan batik jumputan atau ikat celup. Ikat celup adalah teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan. Di beberapa daerah di Indonesia, teknik ini dikenal dengan berbagai nama lain seperti pelangi atau cinde, tritik atau jumputan, serta sasirangan.

Baca juga:   Semarak Apel Hari Santri di Kota Madiun

“Kegiatan ini bagian dari kegiatan rumah pintar lentera  PGRA yang dilakukan tiap sebulan sekali. Tujuan memberdayakan masyarakat sekitar pabrik gula. Tapi setelah berjalan, peminatnya makin banyak,” ujar Ketua Rumah Pintar Lentera Rajawali PG Rejoagung Esti Tono Suharyanto.

Lebih lanjut Esti menjelaskan, pelatihan yang dilakukannya merupakan bagian dari program unggulan Kelurahan Patihan saat lomba Kelurahan Berhasil beberapa waktu lalu. Pelatihan yang dilakukan beragam, seperti keterampilan tangan, membuat kue kering yang dikhususkan untuk ibu-ibu. mereka merupakan anggota khusus mereka temen temennya dateng kok bagus pelatihannya jadi tertarik.

“Harapannya setelah ibu-ibu mendapatkan pelatihan disini, mereka bisa mendapat ilmu dan bisa berlatih di rumah. Sehingga mampu menambah penghasilan untuk keluarga,” pungkasnya.
(dhevit/kus/madiuntoday)