Pemkot Madiun Gelar Talkshow Literasi Media Sosial Bagi Pelajar

MADIUN – Media sosial sebagai bagian dari perkembangan zaman di era sekarang seakan tak bisa dilepaskan dari generasi muda. Sayangnya, konten-konten yang ada di media sosial sulit dikendalikan. Sehingga, tidak hanya informasi positif saja yang beredar, tetapi juga berita-berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Karena itu, Pemkot Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar kegiatan berupa talkshow. Yakni, dengan mengangkat tema Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Literasi Informasi. Siswa SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi di Kota Madiun dihadirkan sebagai peserta talkshow.

Dalam kesempatan itu, Walikota Madiun Maidi menuturkan bahwa perkembangan media sosial memang tak dapat dibendung. Setiap orang saat ini hampir dapat dipastikan memiliki lebih dari media sosial. Karenanya, Walikota berpesan kepada peserta untuk bisa menggunakan media sosial dengan bijak.

‘’Jangan sebarkan hal-hal negatif. Gunakan medsos-mu untuk hal-hal yang positif dan menyebarkan kebaikan,’’ ujarnya saat memberikan sambutan di Ballroom Sun Hotel Madiun, Kamis (28/11).

Baca juga:   Lolos Assessment, Kota Madiun Kian Menuju Smart City

Walikota pun mencontohkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan daerah. Hal ini banyak dilakukan oleh kota/kabupaten lainnya. Sehingga, bisa meningkatkan ketertarikan warga luar daerah untuk datang ke tempat tersebut.

Sementara itu, Bunda Baca Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi berpesan kepada peserta talkshow untuk berhati-hati memilih konten di media sosial. Jangan sampai anak-anak Kota Madiun mudah terpancing dengan berita hoax.

‘’Membaca sekarang tidak hanya lewat buku saja. Tetapi juga bisa lewat media sosial. Maka, pilihlah bacaan yang tepat,’’ tuturnya.

Kegiatan talkshow literasi kali ini juga lebih meriah dengan hadirnya narasumber yang sudah tak asing di kalangan milenial. Yakni, Youtuber Dave Jephcott atau yang akrab disebut Londo Kampung. Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Dave itu menyajikan materi tentang membuat konten positif di media sosial. (Luki/irs/diskominfo)