Hasil MCP Memuaskan, Walikota Genjot Penanganan Kearsipan

MADIUN – Hasil Monitoring Center for Prevention (MCP) yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kota Madiun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sebelumnya, Kota Madiun harus puas dengan nilai 56 persen. Setelah dilakukan evaluasi dan perbaikan, kini angka MCP Kota Madiun meningkat menjadi 72 persen.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Madiun Maidi saat memberikan sambutan sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Evaluasi Kearsipan Tahun 2019 di Ballroom The Sun Hotel Madiun, Rabu (4/12).

‘’Angka ini per November 2019. Tren kita sudah bagus. Tapi masih harus ditingkatkan agar lebih sempurna sesuai target,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Walikota menjelaskan, Kota Madiun menduduki peringkat ke-23 se-Jatim pada Juni 2019 untuk penilaian MCP. Saat ini, Kota Madiun telah melejit dengan menduduki peringkat ke-9 untuk kota/kabupaten terbaik. Sedangkan, untuk kategori kota, Kota Madiun berada pada posisi pertama.

Baca juga:   Gak Cuma Silat dan Pecel

Dalam kesempatan itu, Walikota juga mengungkapkan bahwa penilaian yang masih dianggap kurang adalah terkait manajemen aset daerah. ‘’Saya minta urusan aset ini nilainya harus di atas 80 persen. Aset dalam penanganan dan kearsipannya harus bagus,’’ tegasnya.

Aset dalam hal ini tidak hanya menyangkut barang milik pemerintah daerah saja. Tetapi juga arsip-arsip penting milik masyarakat. Dengan pengelolaan kearsipan yang baik terhadap aset, Walikota berharap akan memudahkan kehidupan di masa mendatang.

‘’Pemkot akan bekerja sama dengan kejaksaan untuk masalah ini. Harapannya, kita bisa meraih angka 90,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/diskominfo)