Tekan Konflik Sosial, Pemkot Gelar Rakor Tiga Pilar

MADIUN – Kota Madiun cukup kondusif sejauh ini. Terutama dari konflik sosial. Bukannya tidak ada. Namun, pemerintah bersama TNI/Polri dan masyarakat cukup baik dalam meredam setiap potensi konflik yang mengemuka. Salah satunya, rapat koordinasi tim terpadu penanganan konflik sosial. Rakor sekaligus peningkatan sinergitas tim terpadu.

‘’Potensi konflik sosial selalu ada. Bukan hanya di kota kita. Tapi juga di semua daerah. Yang terpenting bagaimana mencegah potensi ini agar tidak berkembang,’’ kata walikota saat Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial se-Kota Madiun 2019 di gedung Diklat, Rabu (4/12).

Walikota menyebut terdapat potensi konflik di Kota Madiun yang tertangani dengan baik. Salah satunya, konflik internal maupun antar perguruan persilatan. Namun, penangan potensi cukup baik. Terbukti, dengan tidak adanya konflik yang meluas. Bahkan, Kota Madiun tercatat zero accident dalam pelaksanaan tradisi suro beberapa tahun terakhir. Walikota berharap hal itu selalu ditingkatkan.

Baca juga:   Liga Santri Usai Digelar, Walikota Harap Event Lebih Besar Tahun Depan

‘’Konflik sejatinya bisa ditangani dengan baik. Tetapi selalu saja terdapat oknum yang tidak bertanggung jawab. Menyebar berita provokatif atau berita bohong yang dapat memperkeruh suasana,’’ imbuhnya.

Karenanya, walikota menghimbau untuk tidak mudah percaya dengan berita yang belum jelas. Masyarakat Kota Madiun, lanjutnya, sudah cukup dewasa. Walikota berharap untuk tetap tenang mendapat informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, informasi cukup berhenti pada diri masing-masing. Tidak perlu disebarluaskan. Hal itu bisa semakin memperkeruh suasana.

‘’Orang tua juga harus berperan. Setidaknya turut menjaga anak remajanya agar tidak turut berbuat yang tidak perlu. Apalagi, sampai merugikan dan mengganggu ketertiban umum,’’ pesannya. (ws hendro/agi/diskominfo)