Antisipasi Banjir, BPBD Lakukan Pengecekan dan Aktifkan EWS

MADIUN- Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun kembali melakukan pengecekan dan pengaktifan EWS (Early Warning System) di sejumlah titik sungai yang rawan luapan air atau banjir. Diantaranya, EWS Patihan, EWS Bok Malang, dan EWS Kelun.

EWS merupakan sebuah sistem peringatan dini yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat yang diharap dapat menambah kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir, dengan memberikan peringatan agar penerima informasi dapat segera siap siaga dan bertindak sesuai kondisi, situasi dan waktu yang tepat.

“Prinsip utamanya dalam EWS ini bisa memberikan informasi cepat, akurat, tepat sasaran, mudah diterima, terpercaya dan berkelanjutan. Lewat pengaktifan ini jika sewaktu-waktu air naik melewati ambang batas dan terdeteksi, masyarakat bisa bertindak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono.

Selain itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang tidak diingkan, seperti banjir, pihaknya getol melakukan pelatihan tanggap bencana bagi masyarakat. Bukan sekadar penanganan, namun juga penyelamatan terhadap korban terdampak bencana.

Baca juga:   Padamkan Api Ringan Cukup Pakai Kain Sarung

“Kalau pelatihan itu sudah kami laksanakan. Sosialisasi juga sudah dilaksanakan. Intinya,  masyarakat diimbau untuk tidak buang sampah sembarangan. Utamanya pohon-pohon, termasuk pohon pisang itu harus dibuang pada tempatnya. Kalau dibuang di saluran, otomatis bisa menyumbat aliran air sehingga mengakibatkan banjir,” ungkapnya

Bukan hanya banjir yang harus diwaspadai, dirinya  mengatakan, angin puting beliung dan pohon tumbang juga berpotensi terjadi di Kota Madiun. Maka dari itu, dinasnya selalu bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan pemangkasan dahan dan menebang pohon yang terindikasi rawan tumbang. Apalagi Kota Madiun saat ini tengah memasuki musim penghujan.
(istimewa/kus/madiuntoday)