Hadiri Reses Masa Persidangan Pertama, Walikota Beberkan Panca Karya dan Program Kerja

MADIUN – Program pemerintah wajib dipahami masyarakat. Tak heran, beragam cara dilakukan untuk mensosialisasikan program tersebut. Seperti saat Serap Aspirasi Masyarakat Masa Persidangan 1 tahun 2019 yang dilakukan wakil ketua dewan Istono dan anggota dewan Sugeng di Aula pertemuan Kecamatan Kartoharjo, Rabu (4/12) malam. Walikota yang hadir dalam kegiatan memanfaatkan pertemuan untuk mensosialisasikan program kerja lima tahun ke depan.

‘’Pemerintah pusat punya nawa cita, porvinsi ada nawa bakti. Nah, kita punya panca karya. Ini sudah selaras dengan program pemerintah provinsi dan pusat,’’ kata walikota.

Walikota menambahkan banyak program dan kegiatan dalam panca karya. Meliputi Madiun Kota Pintar, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka. Kelimanya dipastikan menyentuh aspek kebutuhan masyarakat. Mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan. Pemkot memiliki program laptop gratis mulai 2020 nanti. Laptop dengan sistem pinjam pakai itu akan diberikan kepada siswa kelas 5 dan kelas 8. Hal itu sengaja sebagai persiapan pelajar di kelas tersebut menghadapi ujian berbasis komputer.

‘’Nanti terus seperti itu. Program ini memang secara bertahap karena anggarannya cukup besar. Sekali angkatan saja membutuhkan anggaran sekitar Rp 45 miliar,’’ terangnya.

Baca juga:   Menuju Penilaian Kota Sehat 2019, Pemkot Madiun Matangkan Persiapan

Namun, hal itu sepadan dengan harapan pemerintah mewujudkan masyarakat Kota Madiun yang pintar. SDM masyarakat kota pecel memang harus unggul. Sebab, Kota Madiun tidak banyak memiliki sumber daya alam. Tidak banyak lahan yang bisa diwariskan kepada anak cucu. Berbeda dengan masyarakat kabupaten yang banyak memiliki lahan persawahan dan lainnya.

‘’Pelajar yang berprestasi tetapi kurang mampu akan mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Pemerintah sudah bekerja sama dengan API dan PNM. Satu tahunnya butuh Rp 51 juta. Nah, tatkala nanti lulus dan bekerja, harus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Syukur-syukur dapat lepas dari garis kemiskinan,’’ ujarnya.

Walikota menyebut ada banyak program lain yang sudah dan akan dijalankan di Kota Madiun. Walikota berharap dukungan masyarakat. Salah satunya, dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Hal itu, penting agar program kerja yang sudah direncanakan dapat berjalan baik dan optimal.

‘’Kota kita kota yang aman, kondusif. Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang tidak benar. Itu hanya bikin gaduh. Kalau ada yang belum jelas, silahkan tanyakan kepada saya atau ke kelurahan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)