Berbagi Kebahagiaan Lewat Rumah Makan Gratis

MADIUN – Beragam cara bisa dilakukan untuk berbagi dengan sesama. Namun, cara yang dipilih oleh sekumpulan warga dermawan ini cukup berbeda. Yakni, dengan membuka Rumah Makan Gratis (RMG).

Sesuai dengan namanya, rumah makan yang berlokasi di Jalan Mundu Kota Madiun itu menyediakan menu masakan prasmanan yang dapat ‘’dibeli’’ secara gratis. Mulai dari nasi, sayur, lauk, hingga minuman segar dapat diambil sendiri sesuai kebutuhan.

‘’Menunya beda-beda setiap buka, tergantung apa yang kami masak,’’ tutur Umi Mubalighotul Diniyah, salah seorang inisiator Rumah Makan Gratis.

Misalnya menu yang tersaji pada Kamis (5/12). RMG menyediakan nasi, sayur asem Jakarta, ayam dan tempe goreng, kerupuk, serta es buah. Tak heran jika rumah makan yang dibuka setiap Senin dan Kamis pukul 12.30 – 19.00 itu selalu ramai pengunjung. Mulai dari tukang becak, ojek online, pelajar sekolah, mahasiswa, hingga pegawai pabrik.

Umi menuturkan, RMG dibuka sejak 3 hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1.440 Hijriyah. Awalnya hanya dia dan sang suami, Andi Ruslani. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk sedekah mereka kepada warga yang membutuhkan. Promosi pun dilakukan secara langsung dari mulut ke mulut dan media sosial.

Tuduhan hoax hingga cibiran seakan menjadi cobaan yang menguji kesabaran mereka. Tak hanya dari warganet, tapi juga orang-orang terdekat mereka. Namun, hal itu tidak membuat pasutri tersebut patah semangat. Hanya berkah Tuhan Yang Maha Esa yang mereka harapkan.

Baca juga:   SKD CPNS Sepekan Lagi, Ini Jadwal dan Lokasi Tes di Kota Madiun

Sebulan membuka RMG, bantuan pun berdatangan. Warga dermawan lainnya turut bergabung. Kini, mereka memiliki 10 orang anggota sukarela yang siap membantu. Baik secara materi maupun tenaga.

‘’Kami di sini bukan komunitas. Kami hanya berupaya dengan apa yang kami miliki untuk diberikan kepada orang lain,’’ ungkapnya.

Sebagai manusia, tentu ada saat-saat di mana godaan melanda Umi dan Andi untuk tidak membuka RMG yang tidak menghasilkan untung secara cuma-cuma. Terutama, ketika uang di kantong tak seberapa. Namun, semangat meraih berkah Tuhan selalu dapat menepis godaan tersebut.

‘’Kami pernah ada di titik terbawah. Tidak punya apa-apa dan kesulitan. Kenangan itu selalu menyemangati kami,’’ jelasnya.

Kini, Umi dan Andi merasakan manfaat sedekah. Bukan soal materi, tapi ketenangan batin. Melihat orang-orang tersenyum menerima bantuan mereka sudah cukup membuat keduanya bahagia. Apalagi, ditambah tim yang solid tanpa kenal pamrih.

Ke depan, mereka berharap kegiatan yang dilakukannya itu bisa berkembang untuk menjangkau daerah lainnya. Sehingga, semakin banyak warga yang terbantu. Serta, memberikan inspirasi dan menyebarkan semangat positif kepada sesama. (WS Hendro/irs/madiuntoday)