Reses Hari Kedua, Program Laptop Bagi Siswa Jadi Perhatian Warga

MADIUN – Realisasi program Pemkot Madiun yang telah dirangkum dalam Panca Karya rupanya telah dinanti oleh masyarakat. Khususnya, terkait pengadaan laptop bagi siswa SD dan SMP. Masyarakat berharap, program tersebut dapat segera diwujudkan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono dan Anggota DPRD Kota Madiun Ismiati saat menyelenggarakan reses di aula Kelurahan Nambangan Lor, Kamis (5/12).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Madiun Maidi pun memberikan tanggapan. Menurut walikota, pengadaan laptop bagi siswa SD dan SMP akan direalisasikan pada 2020 mendatang. ‘’Tahap pertama ini khusus bagi anak yang mau ujian. Supaya terbiasa. Setelah itu, tahun berikutnya akan pengadaan lagi tahap selanjutnya. Begitu seterusnya,’’ terang walikota.

Dalam kegiatan tersebut walikota mengungkapkan, pemkot menyediakan anggaran hingga Rp 47 miliar untuk pengadaan laptop di tahap awal ini. Setelah pengadaan, laptop akan segera dibagikan. Sistem bantuannya adalah pinjam pakai.

Baca juga:   Hadiri HUT-66 Smada, Walikota Komitmen Terus Pantau SMA-SMK

‘’Sehingga setelah lulus sekolah, laptop dikembalikan ke sekolah,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, walikota menjelaskan, pembagian bantuan laptop juga disertai dengan sistem pengamanan tertentu. Di antaranya, pengamanan dari konten negatif hingga hal-hal lain yang tidak diinginkan. Pemkot juga mengisi laptop dengan materi pelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan penerimanya.

Tak hanya itu, laptop juga terintegrasi dengan program Rumah Belajar yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diharapkan dengan adanya laptop dapat menunjang proses belajar mengajar siswa.

‘’Anak Kota Madiun harus cerdas, harus pintar. Maka, bisa menjadi generasi penerus yang membangun Kota Madiun lebih maju dan sejahtera,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/diskominfo)