Hadiri Acara Gereja, Walikota Titip Pesan Umat Turut Jaga Keamanan Kota

MADIUN – Kepala daerah memang milik semua masyarakat. Tak heran, wajib menganyomi apapun latar belakang maupun agamanya. Seperti yang dilakukan Walikota Madiun Maidi, Minggu (8/12). Walikota menghadiri giat jalan santai, penghijauan, dan lomba jajan tradisional di Gereja Katolik Paroki Mater Dei Madiun. Giat dalam rangka menyambut Natal dan HUT ke-20 gereja di Jalan Auri tersebut.

Walikota menyampaikan Kota Madiun tengah berbenah saat ini. Ada beragam program yang sedang dan akan dijalankan. Salah satunya, penataan simpang lima dan pembenahan trotoar jalan pahlawan. Simpang lima bakal menjadi sentra kuliner. Memanfaatkan sungai di samping Jalan Rimba Dharma hingga kawasan stadion. Sungai bakal ditutup box culvert dan dilapisi keramik khusus trotoar. Lebarnya sekitar sepuluh meter. Separo dari lebar digunakan untuk jualan. Separo lainnya digunakan untuk pejalan. Lampu dan kursi ditambahkan. Kawasan bisa menampung ratusan pedagang. Patung pendekar tepat di tengah simpang lima menambah kawasan makin menarik.

“Ada yang bilang patungnya kecil. Sabar dulu, itu baru anaknya. Nanti akan diganti yang besar,” kata walikota.

Selain itu, Jalan Pahlawan juga sedang dibenahi. Setiap daerah, kata walikota, memiliki jalan unggulan. Kota Madiun juga punya. Jalan Pahlawan akan diubah layaknya Los Angeles. Trotoar akan dilebarkan hingga empat meter. Rencananya juga ada PKL yang berjualan. Tapi bakal diaudisi terlebih dulu. Penjual wajib yang masih muda dan berseragam. Semuanya harus bagus. Jalan harus menjadi ikon baru Kota Madiun.

Baca juga:   Capai 60 Persen, Dispendukcapil Optimis Seluruh Anak di Kota Madiun Miliki KIA

“Kota ini memang sedang berbenah. Kota kita harus go international,” ujarnya.

Karenanya, walikota berpesan untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Baik antar maupun sesama umat beragama. Saling menghormati dan menghargai. Jangan mengedepankan ego masing-masing. Walikota berharap kondusifitas terus terjaga.

“Kota kita memiliki banyak kegiatan dan program ke depan. Jangan sampai terganggu karena masalah keamanan,” pesannya sembari menyebut harus mewaspadai berita bohong, radikalisme, dan narkoba.

Ketua panitia acara Yuvensius Suhanto menyebut kegiatan bertujuan untuk membangun umat yang guyup rukun dan beriman. Berbagai kegiatan digelar mulai beberapa bulan terakhir. Di antaranya, lomba paduan suara, lomba bina iman anak katholik (BIAK), hingga lomba pemahaman kitab suci.

Kegiatan juga selaras dengan program pemerintah sejuta bunga dengan penghijauan. Yakni, penanaman sepuluh pohon tabebuya dan 300 tanaman perdu. Pihaknya juga menggelar lomba jajan tradisonal. Hal itu diharap menghidupkan pedagang kecil.

“Kegiatan semoga menambah semangat menggereja dan juga semangat untuk berkontribusi kepada Kota Madiun,” ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo)