MADIUN – Menjelang pergantian tahun, capaian kinerja selalu menjadi perhatian tersendiri. Tak terkecuali oleh Walikota Madiun Maidi. Walikota mengistruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperhatikan capaian dan laporan administrasi sebelum tutup tahun. Hal itu mengemuka saat Apel Struktural, Senin (9/12).

‘’Tinggal punya dua minggu. Saya minta ini menjadi perhatian. Jangan sampai ada kegiatan yang terlewat,’’ kata walikota.

Hal itu wajar mengingat proses pengajuan program dan kegiatan tidak mudah dan butuh proses panjang. Mulai pembahasan di internal masing-masing OPD hingga pembahasan dengan wakil rakyat. Pun, terjadi perdebatan panjang biasanya. Walikota berharap semua program yang sudah disetujui terselesaikan maksimal. Sebaliknya, OPD yang tidak menyelesaikan kegiatan siap-siap kena sanksi.

‘’Kalau terbukti adanya kesengajaan dan bukan karena terbentur aturan, akan saya black list. Tidak akan ada kegiatan itu lagi ke depan,’’ tegasnya.

Baca juga:   Sebar 5000 Benih Ikan Nila, Pemkot Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Walikota juga mengingatkan peran eselon II atau setingkat kepala dinas untuk intens mengingatkan petugas di bawahnya. Kesalahan di tataran bawah tentu tidak terlepas dari peran yang di atas. Pihaknya mewanti-wanti kepala dinas untuk tidak menjadikan kinerja kurang maksimal bawahan sebagai alasan.

‘’Kalau bawahannya kurang maksimal itu secara tidak langsung berkaitan dengan kepalanya. Jadi jangan asal membuat alasan,’’ ungkapnya sembari menyebut akan mengawasi betul.

Hal itu juga berkaitan dengan rencana mutasi yang akan dilaksanakan. Walikota menyebut sengaja menunda mutasi hingga semua pelaporan usai. Itu agar semua kinerja selama setahun terakhir jelas. Walikota menyebut kinerja memang menjadi pertimbangan utama dalam penempatan pegawai.

‘’Kalau ada yang kurang pas, silahkan melapor. Bisa membuat laporan tertulis. Sesuai misi kelima kita harus terbuka,’’ ungkapnya. (lucky/agi/diskominfo)