Sidak Pembangunan Tugu Proliman, Walikota Tambah Areal Trotoar Sisi Timur untuk Parkir dan Jualan

Di Posting Oleh madiuntoday

11 Desember 2019

MADIUN – Pembenahan simpang lima Kota Madiun telah selesai sementara. Setidaknya, pembenahan untuk tahap pertama. Sebab, pembangunan kawasan simpang lima itu masih akan berlanjut mulai 2020 nanti. Hal itu setidaknya dapat dipastikan setelah Walikota Madiun Maidi meninjau lokasi pembangunan, Rabu (11/12).

Walikota menyebut ada beberapa penambahan ke depan. Mulai penggantian patung tugu sampai pembangunan trotoar. Patung tugu, lanjutnya, memang kekecilan. Walikota menyebut itu baru anaknya. Nanti akan diganti patung yang lebih besar. Anggarannya di 2020. Namun, terdapat pembangunan yang lebih besar. Yakni, pembangunan trotoar sisi timur tugu. Trotoar baru di atas sungai itu akan diperpanjang hingga ke timur. Rencananya, sampai ke tikungan sungai.

‘’Yang sudah jadi ini akan ditambah atap dan ada kafenya. Tetapi itu setelah pembangunan yang sisi timur ini diselesaikan dulu. Paling Ferbruari,’’ kata walikota.

Walikota menyebut penambahan panjang pembangunan lantaran masukan masyarakat. Salah satunya, masalah parkir. Trotoar baru itu memang sudah banyak dimanfaatkan masyarakat. Hingga parkirnya membludak. Penambahan sisi timur sebagai tempat parkir. Selain itu juga tempat berjualan. Namun, khusus untuk makanan tradisional. Seperti kacang dan pisang rebus, getuk, dan lainnya.

‘’Sini khusus kuliner tradisional. Nah, yang (kuliner) modern akan ditempatnya di sisi barat sana. Jalan Rimba Darma. Sungai di jalan itu juga akan dibuat seperti ini sampai Perhutani sana,’’ jelasnya.

Walikota menyebut juga akan merebah ulang gedung eks Puskesmas Oro-oro Ombo di sisi utara Proliman. Gedung akan dibangun ulang untuk kegiatan Dekranasda. Mulai pelatihan hingga pemasarannya. Artinya, bisa dibilang sentra produk seni Kota Madiun.

‘’Akan dirobohkan dan dibangun ulang. Kawasan sini pokoknya harus jadi ikon baru. Termasuk kabel yang mengganggu pemandangan akan dipindahkan,’’ tegasnya sembari menyebut tinggi reklame di kawasan simpang lima tidak boleh melebihi tugu dan harus terang.

Walikota menyebut juga akan merubah arus lalu lintasnya. Jalan Rimba Darma dan Jalan Diponegoro akan dijadikan satu arus. Jalan Rimba Darma satu arus dari timur ke barat. Sedang, Jalan Diponegoro arah sebaliknya. Hal itu dirasa penting mengingat sudah padatnya kendaraan yang melintas. Selain itu, Jalan Rimba Darma dan Jalan Diponegoro merupakan sentra kuliner.

‘’Truk dan kendaraan besar dari terminal menuju selatan tidak boleh lurus lewat Jalan Thamrin. Tetapi di Proliman ini belok ke kiri lewat Pasar Kojo trus ke selatan. Harus lewat pinggir. Jalan Thamrin sudah terlalu padat saat ini,’’ jelasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Test Bela Diri

Test Bela Diri

Puluhan anggota polisi mengikuti test bela diri Polri di Halaman Polres Madiun Kota, Rabu (30/09/2020). Tes yang dilaksanakan 2x dalam setahun ini bertujuan untuk...

Don`t copy text!