Tinjau Pembangunan, Walikota Bakal Bangun ‘Pulau’ di Tengah Jalan

MADIUN – Pemenuhan ruang hijau di Kota Madiun terus dikebut. Minimnya, lahan menjadi alasan. Walikota Madiun Maidi berencana membuat hutan di tengah kota. Bukan seperti taman hutan kota di selatan terminal. Namun, dengan menghijaukan jalan protokol dan memanfaatkan ruang terbuka yang belum termanfaatkan secara maksimal. Konsep itu mengemuka saat walikota melakukan inspeksi mendadak (sidak) perempatan Jalan Bali, Jumat (13/12).

‘’Kebijakan satu arus di Jalan Bali dan Panglima Sudirman sudah bagus. Terbukti dapat mengurai macet dan justru malah semakin sempurna sekarang. Yang sudah baik ini akan semakin ditingkatkan dengan kita tambahkan pohon-pohon,’’ kata walikota.

Walikota berencana membuat pulau-pulau kecil di tengah perempatan jalan. Seperti konsep bundaran di tengah persimpangan. Namun, bukan patung atau ikon serupa lainnya. Walikota menyebutnya sebagai pulau kecil. Pulau di tengah jalan tersebut akan diisi pohon besar. Agar makin cantik, pohon akan dihiasi bunga-bunga anggrek. Konsep bunga anggrek yang menempel di batang pohon memang sudah lazim. Rencana itu tidak hanya di perempatan Jalan Bali-Pangsud. Walikota menyebut ada 12 pulau kecil serupa nantinya dengan memanfaatkan simpang empat dan tiga jalan-jalan tengah kota. Salah satunya, simpang lima yang kini sudah memiliki tugu pendekar itu. Hanya, pohon yang ditanam tentu tidak di tengah. Namun, akan dicarikan tempat di tepi jalan.

Baca juga:   Tekan Miras, Walikota Berencana Beri Pelatihan Mantan Penjual Miras Agar Tak Kambuhan

‘’Seperti yang saya bilang. Wajah kota harus bagus. Fasilitasnya juga harus baik. Jalan akan dihotmix semua dan lampu penerangan ditambah. Jalan yang mulus dengan penerangan yang baik ini akan semakin cantik dengan banyaknya pohon dan bunga warna-warni,’’ jelasnya.

Walikota menambahkan wilayah kota tidak boleh kalah dengan daerah lain yang memiliki kekayaan alam seperti hutan dan pegunungan. Kota Madiun juga harus memiliki kawasan hijau. Hal itu juga penting untuk mengurangi polusi. Selain itu, ruang hijau di Kota Madiun juga belum terpenuhi maksimal. Ruang hijau di kota pendekar wajib mencapai 33 persen di 2030 nanti. Saat ini, baru tercapai sekitar 20 persen. Tak heran, walikota getol menanam pohon kendati ada beberapa pohon yang ditebang lantaran kondisinya yang sudah lapuk.

‘’Kota kita harus go internasional. Pembenahan-pembenahan ini merupakan langkah menuju ke sana,’ ungkapnya.

Walikota tidak hanya sidak kawasan Jalan Bali. Namun, juga kembali meninjau pembangunan simpang lima Jalan Thamrin dan proyek trotoar Jalan Pahlawan. (ws hendro/lucky/agi/madiuntoday)