3.770 Pelamar CPNS Lolos Seleksi Administrasi, Berhak Ikut Tes untuk 164 Formasi

Di Posting Oleh madiuntoday

16 Desember 2019

MADIUN – Satu tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemkot Madiun terlewati. Hari ini, Pemkot Madiun resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi. Pengumuman dilakukan melalui website resmi Pemerintah Kota Madiun, Senin (16/12) pukul 12.00. Pelamar juga bisa melihat hasilnya di sscn.bkn.go.id dengan login terlebih dulu.

Sebanyak 656 pelamar dinyatakan gagal lolos seleksi administrasi tersebut. Sedang, mereka yang lolos mencapai. 3.770 peserta. Padahal, Kota Madiun hanya memiliki 164 formasi. Mereka yang gagal lantaran kurangnya berkas administrasi yang ditentukan sebagai sarat seleksi. Berkas yang bermasalah juga beragam. Mulai masalah warna latar belakang foto, berkas yang tidak terbaca, ketidaksesuain berkas yang dimaksud, hingga memang belum terunggah. Peserta langsung dinyatakan gagal saat berkas tidak lengkap.

‘’Ini bisa karena kesalahan saat meng-upload, kurang teliti dalam membaca persyaratan atau memang kelupaan,’’ kata Kepala BKD Haris Rahmanudin, Senin (16/12).

Pengumuman juga dilengkapi alasan gagalnya melewati seleksi administrasi tersebut. Misalnya, karena masalah berkas transkrip nilai yang belum terunggah. Artinya, pelamar yang bersangkutan dapat mengeceknya kembali. Berkas tersebut memang belum terunggah atau ada penyebab lain. Pelamar yang merasa sudah melengkapi persyaratan dan sesuai namun tidak lolos seleksi dapat mengajukan sanggah. BKN pusat memberi tenggat waktu tiga hari sejak diumumkan. Sanggah bisa dilakukan melalui laman resmi SSCN dengan mengikuti pentunjuk di dalamnya.

‘’Tetapi hanya sebatas sanggah. Artinya, sebatas memberikan konfirmasi kepada petugas untuk mengecek kembali berkas yang bersangkutan. Bukan mengunggah berkas yang kurang atau yang salah,’’ ujarnya.

Petugas diberi waktu tujuh hari untuk memeriksa kembali berkas yang disanggah pelamar itu. Petugas akan kembali memberikan pengumuman hasil pemeriksaan tersebut dalam laman resmi SSCN. Haris menambahkan masa sanggah diberikan untuk memberi kesempatan bagi pelamar yang sejatinya sudah mendaftar sesuai aturan namun gagal. Hal itu, bisa lantaran kesalahan petugas verifikator.

‘’Berkas yang masuk diseleksi manual petugas verifikator. Namanya manusia, mungkin ada yang membuat kesalahan. Nah, kesempatan sanggah diberikan agar tidak ada pelamar yang dirugikan,’’ ungkapnya.

Sementara mereka yang lolos berhak mengikuti tes kemampuan dasar (TKD) yang dijadwalkan Februari 2020 mendatang. Untuk Kota Madiun rencananya akan dilaksanakan di kampus API. Namun, Haris menyebut dimungkinkan terdapat perubahan waktu dan lokasi ujian mengingat keterbatasan pengawas dari BKN pusat. Semua tahapan seleksi memang menjadi wewenang BKN pusat. Pun, kebijakan yang muncul terkait seleksi juga langsung dari pemerintah pusat.

‘’Pemerintah di daerah hanya sebatas membantu. Semua ditangani langsung BKN,’’ jelasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

MADIUN – Kepedulian terus ditunjukkan oleh warga dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Madiun. Seperti tampak pada kegiatan RW 6 Kelurahan Tawangrejo, Minggu (5/4). Warga melaksanakan kerja bakti untuk menyemprot lingkungan sekitar dengan desinfektan. Kegiatan itupun...

Don`t copy text!