Sepekan Razia, Polisi Amankan 610 Liter Arjo dan 32 Knalpot Brong

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Desember 2019

MADIUN – Peredaran minuman keras (miras) di Kota Madiun masih cukup tinggi. Buktinya, polisi berhasil mengamankan 610 liter lebih miras jenis arak jowo (arjo) selama gelaran Ops Aman Semeru 2019 mulai 14 Desember lalu. Operasi cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru tersebut juga mengamakan 32 knalpot brong. Barang bukti dimungkinkan masih bisa bertambah mengingat gelaran Ops Aman Semeru baru akan berakhir, Jumat (20/12) besok. Sejumlah barang bukti tersebut dimusnahkan usai pelaksanaan apel gelar pasukan Ops Lilin Semeru, Kamis (19/12).

‘’Ini merupakan hasil deteksi dini dari laporan masyarakat. Prinsip kita akan terus berantas peredaran miras dan narkoba di Kota Madiun,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu.

Keberadaan miras, lanjutnya, dapat menganggu keamanan di lingkungan. Hal itu dibuktikan banyaknya kejadian yang berangkat dari dampak minuman keras. Mulai kecelakaan, perkelahian bahkan hingga pencurian dan penjambretan. Selain itu juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Parahnya, miras dan narkoba menimbulkan efek kecanduan.

‘’Sekali mencoba akan muncul keinginan untuk mengkonsumsi kembali. Ini tentu dapat merusak generasi bangsa,’’ ujarnya.

Pihaknya juga memberikan perhatian lebih akan knalpot brong. Suara yang dihasilkan knalpot brong dapat menganggu ketentraman dan kenyamanan lingkungan. Bahkan, bisa memicu konflik jika dampaknya meluas. Tak heran, pihaknya tegas akan pelanggaran terkait knalpot brong tersebut. Pun, razia akan terus dilakukan ke depan. Tak terkecuali saat malam pergantian tahun nanti.

‘’Razia terus kami lakukan hingga Kota Madiun zero knalpot brong,’’ tegasnya.

Pencegahan juga dilakukan. Salah satunya, dengan mendatangi bengkel-bengkel sepeda motor. Pihaknya menghimbau kepada pemilik bengkel untuk tidak menjual maupun sekedar jasa pemasangan knalpot bising tersebut. Sosialisasi ke sekolah juga rutin dilakukan sebagai langkah antisipasi.

‘’Prinsipnya hal-hal yang dapat memicu ketertiban dan keamanan di masyarakat kami beri perhatian khusus. Karena hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi akar kejadian yang lebih besar,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Don`t copy text!