Pemkot-Forkopimda Gelar Rakor Apel Kesiapsiagaan Bencana

MADIUN- Memasuki musim penghujan 2020, Pemkot Madiun bersama segenap Forkopimda yang ada di Kota Madiun menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapsiagaan bencana yang digelar di Pendopo Taman Lalu Lintas Bantaran  pada Rabu (8/1).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kodim 0803, Kajari, Polresta Madiun, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perdagangan, dan Bagian Umum.

Dalam kesempatan itu Walikota Madiun Maidi menyampaikan bahwa rakor kesiapsiagaan bencana idiperlukan untuk melakukan peninjauan kepada layanan call center 112, serta mengecek sarana dan prasarana penanganan bencana serta bloking area rawan bencana.

“Rakor ini sekaligus untuk menindak lanjuti instruksi dari Kapolri dan Mendagri yang mengimbau agar daerah melakukan penanaman pohon bersama dan menggelar apel bencana. Disini leading sektornya Kodim. Jumat (10/1) mendatang akan kita gelar dua kegiatan itu,” ujar walikota.

Walikota mengatakan seluruh pihak harus siap siaga dalam menghadapi kondisi apapun yang akan terjadi. Walikota menekankan sungai-sungai yang ada di Kota Madiun harus bersih dari sampah, dam-dam yang ada harus lancar aliran air, dan tak lupa BPBD harus siap siaga jika sewaktu-waktu hujan deras mengguyur kota.

Baca juga:   Kerajaan Majapahit PT Inka Juara Satu, Kerajaan Buleleng St Bernardus Harapan Pertama

“Sungai harus bersih. BPBD harus siaga setelah hujan DAM mana yang penuh segera dicek agar tidak ada air yang menggenang. Kebersihan kota harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Sementara itu Dandim 0803 Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan pasukannya dalam gelaran apel gabungan kesiapsiagaan bencana itu. Terinci para peserta  satu pleton dari Kodim, 2 pleton dari Polres dan Brimob, kemudian dari Lanud Iswahjudi, BPBD, Tagana, Dinas Kesehatan, dan masyarakat.

“Setelah apel nanti seluruh peserta diakomodir untuk sekaligus melaksanakan gladi bersih kesiapsiagaan bencana. Harapannya jika terjadi kondisi kegawatdaruratan kita bisa dengan sigap mengatasinya,” tandasnya.
(WS Hendro/kus/diskominfo)