Representatif, BKD Kota Madiun Tetapkan Gedung GCIO Jadi Lokasi Tes CPNS

MADIUN- Tinggal dalam hitungan minggu, seleksi CPNS akan digelar di Kota Pendekar. Gedung Government Chief Information Officer (GCIO) milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dipilih sebagai lokasi digelarnya seleksi kompetensi dasar (SKD).

Kepala BKD Kota Madiun Haris Rahmanudin menjelaskan, gedung baru yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan itu dinilai lebih representatif dari dua opsi lokasi yang sebelumnya akan dipilih oleh BKD sebagai tempat digelarnya SKD, yakni Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) dan Asrama Haji.

“Persiapan SKD ini sudah dibahas dan ditentukan dalam rakor (rapat koordinasi, Red) di BKD Provinsi Jatim. Dari sisi sarana dan prasarana GCIO sudah siap,” tegasnya.

Lebih lanjut Haris, mengatakan, dari hasil penilaian panitia seleksi daerah (panselda), GCIO yang baru diresmikan akhir 2019 lalu ini, memiliki fasilitas yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan API dan Asrama Haji.

Haris menjelaskan keunggulan GCIO dibandingkan dua opsi tempat terkait. Yakni mulai dari segi tata letak, GCIO memiliki ruang tunggu peserta, ruang metal detector (scan barcode) dan penitipan barang, ruang pengarahan, ruang tunggu keluarga, serta ruang seleksi yang representatif dan nyaman.

Baca juga:   Rekrutmen PNM Lewat, Tenang, PT Indomarco, BTPN Syariah, dan Job Fair Menyusul Setelah Ini

‘’Sehingga mekanisme pelaksanaan secara teknis nanti dapat lebih efisien dan tertata. Terkait sarpras, GCIO dilengkapi satu genset, UPS server, CCTV, barcode scanner, pengacak sinyal, internet dedicated, toilet portabel, metal detector, dan dilengkapi ambulans,” ungkapnya.

Terkait jumlah perangkat komputer, nantinya akan disediakan 220 unit. Selain itu GCIO juga mampu menampung total peserta sebanyak 3.781 orang. Mempertimbangkan kapasitas itu, maka panselda hanya membutuhkan waktu empat hari untuk penyelenggaraan seleksi (27-30 Januari).

Nantinya, setiap hari akan dilaksanakan lima sesi SKD. Masing-masing SKD akan diikuti 200 peserta dengan durasi 90 menit. Berbeda jika penempatannya di API dimana laboratoriumnya hanya memiliki 100 komputer. Hal itu dapat memakan waktu hingga sembilan hari.

Sedangkan Asrama Haji tidak jadi dijadikan opsi lantaran di gedung yang berada di Jalan Ring Road itu harus melakukan penataan dan instalasi ulang seluruh sarana-prasarana yang prosesnya cukup rumit dan memakan banyak waktu serta anggaran. Haris berharap proses pelaksanaan SKD dapat berjalan lancar hingga tahap final.
(ws hendro/kus/madiuntoday)