Proyek Pemerintah Pusat Sentuh Kota Madiun, Ini Empat Proyek Bersumber APBN di Kota Pendekar

MADIUN – Proyek fisik di Kota Madiun tak hanya bersumber dari APBD. Namun, juga dari APBN alias pemerintah pusat. Setidaknya, terdapat empat proyek besar bersumber duit pemerintah pusat itu di Kota Pendekar ke depan. Beberapa di antaranya di mulai tahun ini. Berikut proyek pemerintah pusat di Kota Madiun.

1. Pembangunan Ring Road Timur
Pemerintah Kota Madiun memang mengusulkan pembangunan ring road timur kepada pemerintah pusat. Usulan itu akhirnya disetujui. Pemerintah pusat menggelontorkan Rp 600 miliar untuk pembangunan ring road timur tersebut. Pekerjaan lintas tahun ini informasinya dimulai 2020 ini. Seperti halnya ring road barat, ring road timur merupakan jalur cepat kendaraan saat melintas di Kota Madiun. Kendaraan tidak perlu lagi masuk jalan tengah kota yang sudah semakin padat saat ini. Jalur ini informasinya dimulai dari timur terminal melewati Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Kanigoro, hingga tembus jalur Madiun-Ponorogo.

2. Pembangunan Fly Over
Pembangunan fly over ini senilai Rp 150 miliar. Soal lokasinya masih dalam kajian. Sebab, muncul tiga rencana titik pembangunan flay over. Mulai di Jalan Yos Sudarso depan Polres Madiun Kota, Jalan Basuki Rahmad daerah Sukosari, hingga di ring road timur yang akan dibangun nanti. Kendati begitu, program dipastikan sudah masuk dalam RPJMN 2019-2024. Tak heran, pastinya proyek tersebut akan terealisasikan. Fly over memang dibutuhkan karena Kota Madiun dilewati jalur rel kereta. Lalu lintas rel menjadikan jalan disekitarnya menjadi padat. Bahkan hingga macet. Pemerintah Kota Madiun sejatinya mengusulkan tiga fly over sekaligus. Namun, nyatanya hanya satu yang disetujui pemerintah pusat.

Baca juga:   Pemkot Gelar Penyuluhan Hukum Terhadap Remaja

3. Proyek Rusunawa II
Seperti janji pemerintah pusat sebelumnya, Rusunawa di Kota Madiun memang akan berlanjut dua gedung lagi. Nah, satu gedung lagi akan terbangun di Kota Madiun di 2021 dan 2023. Pembangunan gedung dengan nilai sebesar Rp 30 miliar itu memang terpisah tahun. Kendati begitu, pembangunan dipastikan akan berjalan dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat Kota Madiun seperti yang sudah berdiri saat ini. Masyarakat terbukti termanjakan dengan fasilitas kelas wahid yang ditawarkan Rusunawa.

4. Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT).
Pembangunan pengolahan limbah khusus tinja itu rencananya di dekat TPA Winongo. Dimulai 2020 dengan anggaran Rp 8,7 miliar. Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sudah menganggarkan Rp 100 juta untuk pengurukan lokasi calon pembangunan IPLT tersebut. Wilayah perkotaan memang harus memiliki pengolahan limbah tinja khusus. Tinja dari rumah tangga yang diambil dari penyedia jasa langsung akan diolah. Artinya, tidak boleh dibuang di sungai atau dikubur dalam tanah.

Nah, itu tadi sejumlah proyek pemerintah pusat yang bakal berjalan di Kota Madiun. Artinya, Kota Madiun akan mendapatkan pembangunan yang didanai dan dikerjakan langsung pemerintah pusat. Setelah jadi, akan diserahkan ke pemerintah daerah. Pembangunan sejumlah proyek besar itu tidak membebani keuangan daerah. Artinya, pembangunan di daerah tetap berjalan sebagaimana mestinya. (ws hendro/dhevit/agi/madiuntoday).