Belum Genap Sebulan, Polres Madiun Kota Tuntaskan 22 Kasus Pidana

MADIUN – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah memang terus dilakukan oleh aparat kepolisian di Kota Madiun. Meski begitu, rupanya masih saja ada oknum yang dengan sengaja melakukan pelanggaran dan berujung pada tindak pidana.

Terbukti, selama periode akhir Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020 total kasus yang telah ditangani Polres Madiun Kota mencapai 22 berkas. Dengan rincian, 5 kasus narkoba, 4 kasus tindak pidana umum atau kasus kejahatan jalanan / konvensional, dan 13 kasus tindak pidana ringan.

Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa menuturkan, 5 tersangka kasus narkoba tersebut terdiri atas 3 pengguna dan 2 pengedar. Dari para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 26,10 gram.

Kemudian pada tindak pidana umum, anggota Polres Madiun Kota berhasil menangkap empat pelaku kejahatan. ‘’Yang pertama adalah pelaku pencurian kotak amal di enam masjid dengan total kerugian mencapai Rp 1,7 juta,’’ ujar Bobby saat melakukan press release di Mapolresta Madiun, Jumat (17/1).

Baca juga:   Selundupkan Sandal Bernarkoba ke Lapas

Selanjutnya, tersangka kedua adalah pelaku pencurian ponsel yang dilakukan ketika korban sedang lengah. Lalu, tersangka ketiga melakukan tindak pencurian kartu ATM beserta buku tabungan. ‘’Pelaku masih keluarga dengan korban,’’ jelasnya.

Dalam pencurian kartu ATM, pelaku telah mengambil uang korban hingga dua kali. Yang pertama, pelaku mengambil uang sebesar Rp 4 juta. Kemudian, melakukan penarikan uang untuk kedua kalinya sebesar Rp 38 juta. Sehingga, total kerugian yang ditanggung korban mencapai Rp 42 juta. ‘’Sedangkan, tersangka keempat adalah pelaku tindak pidana penganiayaan,’’ imbuhnya.

Tak hanya itu, dalam pengembangan operasi cipta kondisi di wilayah Kota Madiun, anggota kepolisian juga melakukan razia di sejumlah hotel dan kos-kosan. Hasilnya, ditemukan 13 pasangan bukan suami istri di dalam satu kamar.

‘’Untuk 13 pasangan tersebut diberlakukan hukum tipiring tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. Masing-masing diancam kurungan penjara hingga 3 bulan atau denda sebanyak Rp 5 juta,’’ paparnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)