Satpol PP Tindak Tegas PKL Nakal

MADIUN – Meski sudah berkali-kali diingatkan, rupanya masih saja ada pedagang kaki lima (PKL) yang melanggar aturan. Yakni, dengan meninggalkan meja-kursi, bahkan barang dagangan dan sampahnya di sekitar lokasi berjualan. Salah satunya, seperti tampak di sekitar Alun-Alun Kota Madiun.

Mengetahui hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun pun mengambil langkah tegas. Senin (20/1), tim Satpol PP menyisir area sekitar Alun-Alun dan menyita alat-alat beserta barang dagangan PKL yang ditinggalkan di tempat tersebut.

‘’Karena sudah berkali-kali diingatkan, hari ini terpaksa kami tindak tegas,’’ tutur Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono saat ditemui di lokasi.

Di sekitar Alun-Alun petugas mendapati sejumlah barang milik PKL yang ditinggalkan. Misalnya seperti barang milik penjual es kelapa muda di depan gerbang antara eks Bioskop Arjuna dan mall pelayanan publik Kabupaten Madiun. Ada meja dengan spanduk bertuliskan ‘’es degan’’ berwarna hijau, sampah buah kelapa yang dimasukkan ke dalam karung. Serta, beberapa buah kelapa yang masih utuh.

‘’Untuk sampahnya langsung kami bawa ke TPA Winongo. Sedangkan, barang dagangannya kami pilah. Bisa diambil ke kantor Satpol PP, tentunya dengan melengkapi beberapa persyaratan,’’ jelasnya.

Tak hanya itu, barang-barang lainnya juga ikut disita oleh petugas. Antara lain, balok kayu, tiang bambu, batu bata yang digunakan sebagai pengganjal, serta beberapa meja dan kursi kayu.

Baca juga:   Ops Lilin Semeru Jaring 54 Sepeda Motor Berknalpot Brong

Penertiban ini merupakan upaya Pemkot Madiun untuk membuat jera para PKL yang nakal. Selain itu, juga menumbuhkan kesadaran terhadap kebersihan dan kerapian kota.

Sebelumnya, Walikota Madiun Maidi juga sempat menyinggung wajah Alun-Alun Kota Madiun yang kotor akibat ulah PKL nakal. Karena itu, pihaknya akan bertindak tegas. ‘’PKL harus ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan. Kalau tidak, akan kami pindah ke pinggiran kota,’’ tegasnya.

Menurut walikota, tindakan tegas ini bukan semata-mata untuk membuat jera PKL atau merawat keindahan wajah kota saja. Melainkan juga untuk menjaga lapak PKL agar tetap bersih. Sehingga, pengunjung yang ingin membeli barang dagangannya merasa lebih nyaman.

‘’Kalau lapaknya bersih, tentu banyak orang yang mau beli. Kalau kotor, kumuh, masyarakat tidak suka. Lalu barang dagangannya tidak laku, pedagang sendiri yang rugi,’’ jelasnya.

Untuk itu, walikota berharap agar tumbuh kesadaran pada diri setiap PKL di Kota Madiun untuk menjaga lingkungan sekitar tempatnya berjualan. Tidak hanya yang berada di fasilitas umum. Melainkan juga PKL yang ada di depan sekolah. ‘’Mari kita sama-sama jaga, kita rawat. Supaya kota kita aman, nyaman, bersih, rapi, dan masyarakat sejahtera,’’ tandasnya. (Nanda/irs/madiuntoday)