Deteksi Dini Masalah Kesehatan, Petugas Puskesmas Jemput Bola ke Sekolah

Di Posting Oleh madiuntoday

10 Februari 2020

MADIUN – Masalah gigi masih menjadi momok bagi usia anak-anak. Parahnya, kesadaran memeriksakan diri masih rendah. Tak ingin, masalah gigi keburu parah, Pemerintah Kota Madiun melalui petugas di tiap Puskesmas melakukan screening ke sekolah-sekolah. Pemeriksaan jemput bola itu terbukti efektif mencegah masalah gigi sebelum kasus menjadi lebih parah.

‘’Kami lakukan pemeriksaan umum. Mulai tensi, buta warna, mata, telinga, kulit, rambut, dan gigi. Dari yang sudah ini memang masalah gigi yang paling banyak muncul,’’ kata Dokter Gigi Puskesmas Oro-oro Ombo drg Kus Ariwijayanti, Senin (10/2).

Seperti pemeriksaan kali terakhir di SDN Siti Hajar. Setidaknya, 30 dari 48 anak yang diperiksa terdeteksi memiliki masalah pada gigi. Bukan sakit. Namun, gejala-gejala ke sana. Mulai karang gigi, gigi berlubang, gigi sulung yang harus dicabut dan lain sebagainya. Kondisi tersebut kalau dibiarkan bisa berujung sakit. Ari menyebut dominasi masalah gigi juga hampir sama di sekolah lain.

‘’Sedang, kesadaran mereka atau orang tua untuk memeriksakan gigi masih kurang. Kebanyakan baru periksa kalau sudah sakit. Makanya pemerintah datang jemput bola,’’ ujarnya.

Mereka yang terdeteksi butuh penanganan lebih lanjut langsung dibuatkan surat rujukan ke Puskesmas. Selain gigi, ada juga siswa yang mengalami masalah kotoran pada telinga dan jamur kulit. Ari menyebut pemeriksaan menyeluruh kepada semua pelajar SD dan SMP. Baik negeri maupun swasta. Pemeriksaan dilakukan secara bergantian sejak Januari kemarin. Setiap petugas Puskesmas bertanggung jawab pada sekolah di wilayah kerja Puskesmas masing-masing.

‘’Anak-anak ini kan suka makan yang bergula. Sebaliknya, mungkin pembersihannya kurang. Tak heran muncul masalah-masalah gigi,’’ ujarnya.

Dokter Ari menyarankan untuk menggosok gigi minimal dua kali sehari. Pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Anak-anak memang butuh peran orang tua agar pembersihan bisa dilakukan rutin.

Perawat di Pemeriksaan Umum Puskesmas Oro-oro Omo Etty Rahayu menyebut musim penghujan juga memunculkan berbagai masalah kesehatan tersendiri. Salah satunya, jamur kulit. Tak heran, pemeriksaan dilakukan menyeluruh. Masalah-masalah pada mata, telinga, kulit, dan rambut juga sering ditemukan pada anak-anak. Mereka yang butuh penanganan lebih lanjut langsung akan mendapat rujukan.

‘’Anak-anak pastinya suka main air, hujan-hujanan. Sebaiknya langsung dibersihkan dengan air bersih dan pakai sabun. Handuk yang digunakan juga harus bersih,’’ jelasnya. (nda/agi/madiuntoday)

Artikel Terkait

Dibantu Petugas, Pemilik Bongkar Warung Sumber Umis Secara Mandiri

Dibantu Petugas, Pemilik Bongkar Warung Sumber Umis Secara Mandiri

MADIUN – Pembangunan Taman Sumber Umis terus berjalan. Selain penyelesaian musala berbentuk Ka’bah dan taman tepi sungai, deretan warung di sebelah utara Plaza Lawu Madiun juga dibongkar, Jumat (3/4). Menariknya, pembongkaran dilakukan masing-masing pemilik dibantu...

Pemprov Jatim  Luncurkan Layanan Chatbot WA Covid-19

Pemprov Jatim Luncurkan Layanan Chatbot WA Covid-19

SURABAYA – Informasi seputar penanganan Covid-19 sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemprov Jawa Timur meluncurkan layanan chatbot di aplikasi Whatsapp Messenger. Layanan chatbot dapat diakses melalui laman...

Don`t copy text!