Dianggarkan Rp 3 Miliar, Pasar Sleko Segera Bersolek Tahun Ini

MADIUN – Pasar Sleko menjadi salah satu titik pembangunan tahun ini. Pemerintah Kota Madiun berencana merehab pujasera dan kios buah di pasar yang berada di Jalan Trunojoyo itu. Tak tanggung-tanggung pemkot menyiapkan anggaran Rp 3 miliar untuk merehab kedua titik tersebut. Pasar di tengah kota itu dipastikan akan berubah wajah ke depan.

‘’Kota harus bagus. Apalagi, di tengah kota. Pasar Sleko ini berada di tengah kota. Harus baik dan bersih,’’ kata Walikota Madiun Maidi.

Tak heran, walikota meminta OPD terkait segera melakukan rehab. Kali ini bagian pujasera dan kios buahnya. Pujasera dianggarkan Rp 2 miliar. Sisanya, untuk deretan kios buah. Rencana pembangunan kawasan tersebut pun sudah dibuat. Pujasera akan jauh berbeda dari yang sekarang. Kawasan kuliner itu memang terlihat kumuh saat ini. Sebab, pedagang hanya menyekat lapak dengan plastik terpal dan baleho bekas. Pun, sudah kotor. Pastinya, tak sedap dipandang.

Belum lagi masalah air dan limbahnya. Terdapat saluran kecil untuk membuang limbah jualan. Itupun sudah kotor. Perlu perbaikan. Padahal, pujasera Pasar Sleko berada tepat di pinggir jalan. Artinya, dapat terlihat dengan mudah pengendara yang melintas. Wisatawan tentunya enggan singgah dengan kondisi seperti itu.

‘’Kalau bersih orang jadi tertarik berhenti dan mencoba. Yang jualan di kota pokoknya harus bersih. Yang nggak bersih minggir dulu,’’ tegasnya.

Baca juga:   Peringati Hari Koperasi, Walikota Dorong Partisipasi Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Walikota menyebut aturan itu tidak hanya berlaku bagi pedagang di Pasar Sleko. Tetapi juga di titik-titik lain. Dia menyebut kebersihan wajib hukumnya. Bahkan, walikota menyiapkan pantauan tersendiri. Seperti pedagang yang berjualan di Sunday Market. Mereka yang meninggalkan sampah di lokasi berjualan akan difoto. Ke depan, tidak boleh lagi berjualan dan akan digantikan pedagang lain. Bersih, kata walikota, tidak hanya indah. Tetapi juga bagian dari keimanan.

‘’Titik-titik yang belum maksimal akan saya optimalkan, yang dulunya kumuh akan dibersihkan. Saat ini sudah tengah pengerjaan taman Sumber Umis. Di sana nanti juga jadi taman yang indah dan bersih,’’ ujarnya.

Namun, khusus Pasar Sleko sengaja mendapat perhatian karena sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi. Pasar tersebut bisa dibilang pasar kedua setelah Pasar Besar Madiun. Tempat yang bagus dan bersih tentu memberikan dampak positif bagi perputaran uang di sana. Harapannya, pasar menjadi semakin ramai, perputaran ekonomi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat juga semakin baik.

‘’Kota kita terus berbenah. Harapannya, kota kita menjadi kota jujukan dan bukan sekedar kota transit,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)