Latihan Survival Dasar Lanud Iswahjudi Dimulai

Prajurit Uji Ketahanan Di Alam Liar Hingga Hadapi Ancaman Musuh

PONOROGO – Lanud Iswahjudi kembali menggelar Latihan Survival Dasar bagi para prajurit TNI Angkatan Udara. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo mulai Selasa (11/2).

Sebanyak 40 prajurit mengikuti kegiatan tersebut. Mereka wajib melaksanakan seluruh materi latihan yang telah diskenariokan oleh komando latihan (kolat).

Skenario dimulai dari upaya para prajurit untuk menyelamatkan diri dari setiap ancaman musuh dan bertahan hidup di alam bebas. Dalam situasi dan kondisi yang sulit, mereka harus menemukan tempat aman hingga mendapatkan pertolongan dari pasukan kawan.

‘’Materi latihan hari pertama adalah Jungle Survival. Pada materi ini mereka harus melalui 7 pos,’’ tutur Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra dalam upacara pembukaan latihan survival dasar di Lapangan Dirgantara, Lanud Iswahjudi, Senin (10/2).

7 pos tersebut yaitu pos kesehatan, rayap tambang, tali jerat, peluncuran, psikologi, menembak, dan pos lempar pisau. Pada pelaksanaannya, seluruh prajurit harus mampu menyelesaikan rintangan yang telah disiapkan pada masing-masing pos yang dilewati.

Selama pelaksanaan Jungle Survival, seluruh prajurit juga dibekali dan dikenalkan dengan berbagai pengetahuan terkait cara bertahan hidup di alam terbuka. Mulai dari tanaman yang bisa dimakan hingga cara menangkap ular dan mengolahnya agar bisa dimakan secara aman.

Baca juga:   PT KAI Daop 7 Madiun Benahi Aspal Rel Serong Yos Sudarso

Setelah pelaksanaan Jungle Survival, para peserta melaksanakan Survival Air yang berlangsung di Telaga Ngebel. Pada sesi latihan ini, mereka diskenariokan menghadapi ancaman berupa serangan udara dari musuh. Sehingga, mereka harus berlindung di bawah perahu karet yang digunakan.

Selanjutnya dilaksanakan skenario penjemputan survivor oleh pasukan kawan menggunakan helikopter. Para survivor akan ditarik dari dalam air dan diterbangkan ke wilayah aman.

‘’Latihan Survival Dasar bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan awak pesawat dalam melaksanakan S.E.R.E (Survival, Evasion, Resistance and Escape), sekaligus sebagai sarana evaluasi dalam menilai kemampuan setiap unsur yang telibat di dalamnya,’’ papar Iko.

Latihan Survival Dasar Lanud Iswahjudi ini direncanakan akan berlangsung selama dua hari. Para pelaku latihan adalah para penerbang dan sejumlah perwira di jajaran Lanud Iswahjudi.

‘’Dengan latihan ini diharapkan menjadi gambaran nyata tentang kesiapan dan kemampuan para awak pesawat melaksanakan S.E.R.E, serta menjadi bahan evaluasi setiap unsur yang terlibat, guna melihat sejauh mana efektivitas dan efisiensi pembinaan yang telah kami lakukan selama ini,” tandasnya. (Pen Lanud Iswahjudi/irs/madiuntoday)