Bina BUMD, Walikota Tekankan Peningkatan PAD dan Kesejahteraan Karyawan

MADIUN – Kota Madiun semakin ramai saat ini. Hal itu dibuktikan dari peningkatan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Pendekar. Seperti peningkatan penjualan BBM di SPBU milik Perusahaan Daerah Aneka Usaha Pemkot Madiun. Setidaknya tercatat terdapat kenaikan 30 persen dibanding sebelumnya.

‘’Tidak ada BUMD yang bangkrut. Bahkan, tercatat ada peningkatan. Seperti SPBU kita. Ini artinya, orang yang ke Kota Madiun semakin banyak,’’ kata Walikota saat Pembinaan Karyawan Karyawati BUMD di Aston Hotel, Kamis (13/2).

Walikota menyebut hal senada juga terjadi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Madiun. Penggunaan air juga tercatat mengalami peningkatan. Namun, bukan berarti waktunya berpuas. Sebaliknya, Walikota menekankan untuk terus ditingkatkan. Salah satunnya, dengan menekan kebocoran. Sebab, tidak dipungkiri banyak air yang hilang percuma. Mulai adanya kebocoran pipa maupun tak sengaja bocor saat adanya galian proyek.

‘’Nanti akan kita pasang alat khusus yang bisa mendeteksi kebocoran. Jadi kehilangan air bisa lebihi cepat tertangani,’’ ujarnya.

Baca juga:   Kunjungi SMA Taruna Angkasa, Gubernur Khofifah Tinjau Lokasi Pembangunan Asrama dan Kolam Renang

Walikota menambahkan BUMD harus memberikan keuntungan guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pun, sudah tidak zamannya lagi sosial-bisnis. Sebaliknya, walikota ingin BUMD mengedepankan bisnis-sosial. Artinya, perusahaan harus juga memikirkan keuntungan perusahaan. Itu penting bukan hanya untuk peningkatan PAD. Namun, juga meningkatkan kesejahteraan karyawannya.

‘’Semua yang menghambat akan kita perbaiki. Makanya terus kita evaluasi. Termasuk kegiatan hari ini,’’ tegasnya.

Catatan juga mengemuka untuk Bank Pasar yang memiliki kredit macet mencapai Rp 4 miliar. Dana tersebut sejatinya sudah turun jauh dibanding sebelumnya. Kredit macet tersebut berasal dari nasabah lama dan juga baru. Walikota menginstruksikan untuk menjual jaminan nasabah yang macet tersebut untuk menekan nilai tunggakan.

‘’Jaminan yang bisa diuangkan sudah saya minta untuk diuangkan biar nilai tunggakan tidak besar,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)