Musrenbang Kartoharjo Berakhir, Masyarakat Usulkan 1.550 Kegiatan Fisik dan Non Fisik

MADIUN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kota Madiun telah berakhir. Berbagai usulan masyarakat untuk pembangunan 2021 mendatang telah dibahas. Tak terkecuali di Kecamatan Kartoharjo yang berlangsung, Kamis (13/2). Seperti di dua kecamatan sebelumnya, usulan pembangunan fisik paling mendominasi.

Setidaknya, terdapat 1.550 usulan yang mengemuka dari masyarakat Kecamatan Kartoharjo. Seribu di antaranya usulan kegiatan fisik serta sarana dan prasarana. Pembangunan ring road timur salah satu yang terbesar. Pembangunan menelan anggaran Rp 600 miliar. Namun, bukan menggunakan duit APBD Kota Madiun. Pembangunan dibiayai Pemerintah Pusat dan ditargetkan selesai dalam empat tahun. Selain itu, pembangunan fly over juga muncul di Kecamatan Kartoharjo. Pembangunan tersebut juga bersumber APBN. Nilainya sekitar Rp 150 miliar.

Tjatoer Wahyudianto Camat Kartoharjo menyebut pembangunan fisik penanggulangan banjir juga ada untuk tahun depan tersebut. Seperti pembangunan tiga tanggul sungai yang ambrol di Kali Piring Kelurahan Pilangbango serta Kali Mati yang masuk wilayah Kelurahan Pilangbango dan Tawangrejo. Selain itu, usulan rehab kantor kelurahan dan gedung pertemuan juga masuk dalam pembahasan.

Baca juga:   Tekankan Pentingnya Pengarsipan, Pemkot Gelar Diklat Bagi ASN

‘’Sedang, untuk kegiatan non fisiknya ada sebanyak 550 usulan. Kebanyakan pelatihan,’’ kata Tjatoer.

Walikota Madiun Maidi menyebut usulan di Kecamatan Kartoharjo yang terbanyak dibanding kecamatan lain. Pun, nilai anggarannya yang terbesar. Namun, tidak semua bersumber APBD. Ada juga yang APBN. Walikota menegaskan usulan yang masuk tetap menyesuikan skala prioritas. Selain itu, juga jadwal dan kemanfaatan bagi masyarakat. Program fisik yang dirasa tidak segera dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terpaksa masuk daftar antrian dulu.

‘’Pembangunan harus segera dapat dirasakan manfaatnya selain juga skala prioritas,’’ ujarnya.

Terkait ring road timur, walikota menyebut progres pembangunan cukup berjalan positif. Walikota menargetkan Detail Engineering Design (DED) ring road tersebut selesai tahun ini. Selain itu, sudah terdapat masyarakat yang menyambut baik dengan tidak mempersulit pembebasan lahannya. Bahkan, sudah mempersilahkan untuk dibeli sesuai harga tanah pada umumnya.

‘’Lama tidaknya juga tergantung masyarakat. Terutama yang terdampak pembangunan ini. Tetapi sejauh ini berjalan positif. Sudah ada beberapa masyarakat yang bersedia tanahnya dibeli,’’ pungkasnya. (dhevit/agi/diskominfo)