Buka Rakorwil MUI Wilayah IV, Walikota Tegaskan Pentingnya Peran Ulama Dalam Pembangunan Manusia

MADIUN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memegang peranan penting dalam jalannya pemerintahan. MUI tidak hanya wadah bagi ulama. Namun, juga media penyelesaian beragam masalah yang mengemuka. Khususnya yang berkaitan dengan Agama Islam. Karenanya, keberadaan MUI wajib terus dikuatkan. Salah satunya, melalui pertemuan rutin. Seperti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) wilayah IV di Rumah Dinas Walikota, Sabtu (15/2). Berbagai pembahasan mengemuka saat rakor yang dibuka Walikota Madiun Maidi tersebut.

Walikota menyebut ada banyak program pembangunan yang bertema islami di Kota Madiun. Salah satunya, pembangunan tempat ibadah. Pemerintah memang tengah membangun sejumlah tempat ibadah anyar. Seperti musala di calon taman Sumber Umis. Taman di sebelah lahan parkir itu memang akan ditambahkan musala. Desainnya, mirip ka’bah. Pun, juga ditambahkan menara zam-zam. Taman memang dikonsep pedestrian. Tak heran, butuh bangunan-bangunan yang ikonik.

“Tempat ibadah penting dan perlu. Harus dibuat yang bagus agar menarik masyarakat untuk beribadah di situ,” kata walikota.

Pemerintah Kota Madiun juga akan menghadirkan masjid megah bernuansa timur tengah. Seperti masjid di Quba. Masjid bakal menjadi satu komplek dengan kawasan PeceLand. Dibuat super besar dan megah. Masjid tidak hanya tempat ibadah. Tapi jadi salah satu bangunan ikonik. Walikota berharap masjid menjadi magnet tersendiri. Selain itu, diharap juga menjadi penyemangat untuk beribadah demi peningkatan keimanan dan ketaqwaan.

Baca juga:   Purna Tugas, Sugeng Rismiyanto Ingin Kembali Jadi Dosen

“Kota ini memang sedang membangun. Saya mohon bantuannya. Termasuk dari para ulama dan kyai,” pintanya.

Pembangunan memang butuh peran bersama. Bukan hanya fisik. Tetapi juga pembangunan Sumber Daya Manusianya. Peran ulama, kyai, serta pemuka agama penting dalam pembangunan SDM tersebut. Apalagi, yang berkaitan dengan pembangunan karakter. Manusia, kata walikota, wajib dengan ilmu agama untuk membangun akhlak. Sedang, ilmu agama tentu melekat pada para pemuka agama. Salah satunya, ada di MUI. Walikota berharap peran MUI terus ditingkatkan.

“Pembangunan fisik itu mudah. Tinggal ada anggarannya pasti jalan. Tetapi pembangunan manusia tidak mudah. Butuh peran kita bersama,” pungkasnya. (nanda/agi/diskominfo)